Tim TEMPO

Pengakuan Algojo 1965

200 halaman cetak
Sudahkah Anda membacanya? Bagaimanakah menurut Anda?
👍👎

Kesan

    malingcintamembagikan kesan6 tahun yang lalu
    💡Banyak pelajaran

    Cerdas, namun sayang, ujung ujungnya hanya ingin meyakinkan pembaca, klo pki korban, dan yang disebut algojo adalah pelaku yg bersalah krn membunuh orang pki. Sedangkan soal rekonsiliasinya hanya selintas saja agar terkesan berimbang.
    Kenapa tidak dicari juga algojo pki yg menyiksa, melukai bahkan membunuh kyai, ustadz, dan tokoh agama lainnya. Yg jadi awal mula , para algojo ini "balas dendam". Hati², pki gaya baru bangkit kembali. Selalu waspada NKRI harga mati.

    agung supriyonomembagikan kesan6 tahun yang lalu
    🚀Sangat menarik
    💧Menyentuh

    Bagus...

    Uddo S. Edomembagikan kesan4 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca
    🚀Sangat menarik

Kutipan

    Windiyani Ladoimembuat kutipan5 tahun yang lalu
    Algojo bermunculan. Atas nama dendam pribadi, keyakinan, atau tugas negara, para algojo menghunus pedang menyembelih mereka yang dicap PKI. Mayat mereka dibuang begitu saja ke jurang, sungai, atau luweng. Mengapa para pelaku tak merasa bersalah atas perbuatannya
    Windiyani Ladoimembuat kutipan5 tahun yang lalu
    Hermawan Sulistyo, penulis buku Palu Arit di Ladang Tebu
    Windiyani Ladoimembuat kutipan5 tahun yang lalu
    Seorang algojo menyatakan moralitas itu sesuatu yang relatif. Pembunuhan memang dilarang, tapi harus dilakukan untuk menyelamatkan bangsa dan agama

Di rak buku

fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)