Marxisme Seni Pembebasan, Goenawan Mohamad
Buku
Goenawan Mohamad

Marxisme Seni Pembebasan

Baca
316 halaman cetak
Kesenian, terutama sejak awal abad ke-20, adalah bagian dari ikhtiar emansipasi yang makin disadari. Pelbagai pemikiran, baik di Indonesia maupun di luarnya, merumuskannya dengan pelbagai cara. Dari semuanya, yang paling tampil ke depan adalah Marxisme. Dalam sejarah, perdebatan dan perselisihan tentang masalah kesenian ini berlangsung sangat intens di antara kaum Marxis sendiri–misalnya antara dramawan komunis Bloch dan teoretikus “realisme sosialis” Lukács, antara “realisme sosialis” di bawah Stalin dan gerakan seniman avant-garde setelah Revolusi Oktober 1917. Ini memperlihatkan bahwa tak ada satu tafsir yang berlaku umum untuk Marxisme, tak ada Marxisme an sich–ia selalu ditafsirkan–dan betapa pentingnya masalah kesenian dan emansipasi ini. Tak kurang dari itu, debat itu pada gilirannya bermanfaat bagi perkembangan ide tentang kesenian, pembebasan, dan ideologi. Di Indonesia, masalah “Manikebu” di tahun 1963 dan seterusnya adalah contoh yang sering disebut.
Kesan
Tambahkan ke rak
Baca
1Rak buku
0Kesan
13Kutipan

Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku

Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.

Selalu ada yang dibaca, setiap saat

Teman, editor, dan pakar dapat membantu Anda menemukan buku baru dan menarik.

Baca kapan saja, di mana saja

Ponsel selalu ada bersama Anda, begitu juga buku Anda – meskipun Anda sedang offline.

Bookmate – aplikasi yang membuat Anda ingin membaca

Kesan

👍
👎
💧
🐼
💤
💩
💀
🙈
🔮
💡
🎯
💞
🌴
🚀
😄

Bagaimana pendapat Anda tentang buku ini?

Masuk atau Daftar
Para karyawan kebudayaan memang memilih sosialisme, karena sosialisme “menjanjikan kebebasan”.
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)