Dewi Dee Lestari

Filosofi Kopi

Beri tahu saya ketika buku ditambahkan
Untuk membaca buku ini unggah file EPUB atau FB2 ke Bookmate. Bagaimana cara mengunggah buku?
Pemaknaan kembali kembali kopi, Buddha, Herman, surat tak tarkirimkan, cinta sejenis yang manis atau apa pun, membuktikan Dee tetap memesona. Kalau kemarin panitia Nobel sastra masih maju mundur dengan nama Pramoedya, sekarang bisa memaknai kembali, melalui karya-karya ini.

Ruang cerpen yang sempit dijadikannya wahana yang intens namun tidak sesak untuk mengungkapkan apa yang tak selalu mampu dikatakan. Lewat refleksi dan monolog interior yang digarap dengan cakap dan jernih. pembaca diajaknya menjelajahi halaman-halaman kecil dalam cerpen yang kini dijadikannya semesta kehidupan.

Cerpen-cerpen Dee itu persis racikan kopi dari tangan seorang ahli peracik kopi: harum, menyegarkan, dan nikmat: pahit, tapi sekaligus mengandung manis.
Buku ini saat ini tidak tersedia
108 halaman cetak

Kesan

    Akbar Islammembagikan kesan6 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca

    A nice book

    Sonya Tampubolonmembagikan kesan5 tahun yang lalu
    🔮Kearifan Tersembunyi

    coffee is mysteriously sexy.

    ikaputriasrghmembagikan kesan5 tahun yang lalu
    🐼Gemas

    Dee was awesome. Chocroach? Crazy!

Kutipan

    ocktyalarastikamembuat kutipan6 tahun yang lalu
    Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
    Reza Faiz A Rahmanmembuat kutipan6 tahun yang lalu
    Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.
    Ananda Tegartmembuat kutipan6 tahun yang lalu
    Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan'.

Di rak buku

fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)