Dee Lestari

Madre

Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan berbagai tema: perjuangan sebuah toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, sampai tema seperti reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.
63 halaman cetak
Pemilik hak cipta
Mizan
Sudahkah Anda membacanya? Bagaimanakah menurut Anda?
👍👎

Kesan

    Felix Kimmembagikan kesan7 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca
    🎯Bermanfaat

    Masih banyak yang bisa dikembangkan dari cerita 'Madre' ini. Konfliknya masih belum terasa. Mungkin karena ini merupakan cerita pendek atau sekedar bacaan ringan saja. Sayangnya, masih ingin terus mendengar kisah Madre, Tansen, Pak Hadi, Mei, serta tokoh-tokoh lainnya. Gara-gara baca buku ini, langsung saya melahap setangkap rot segar yang baru dibeli di toko roti tidak jauh dari apartemen.

    syn79membagikan kesan5 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca
    💡Banyak pelajaran

    Keren, saya pernah dengar salah satu chef korea: chef sang jin ko ( kalu ga salah namanya) juga suka bikin kultur biang roti..hehehe..saya bahkan sempat ikut grup nya dipandu langsung bikin sourdough dari buah buahan..eh ternyata pas baca ini sangat nyambung ya..ga menyangka aja ada biang roti yang usianya 70-100tahun an..wow bangeet

    Riezka Ahmadmembagikan kesan6 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca
    💡Banyak pelajaran
    💞Romantis

    Membaca madre sungguh sangat..sangaat... Tidak bisa diungkapkan dengan kata2... Tapi setelah membaca madre bathin saya serasa disiram oleh sesuatu..Dan ITU terasa menyejukan Hati... Tapi kenapa endingnya seperti ITU yaaa.. Apakah akan Ada cerita selanjutnya Dari madre...

Kutipan

    Felix Kimmembuat kutipan7 tahun yang lalu
    Yang jelas, di mataku ia seperti anak kucing yang ingin berdandan seperti ratu singa.
    Zulaika Wulandarimembuat kutipan7 tahun yang lalu
    Saya rindu pantai. Tapi, pantai tidak perlu jadi rumah saya. Rumah adalah tempat di mana saya dibutuhkan.
    b3049221099membuat kutipan6 tahun yang lalu
    Saya meninggalkan Bali. Menetap di kota yang paling saya hindari. Bekerja rutin di satu tempat yang sama setiap hari. Ternyata sampai hari ini saya masih waras. Saya rindu pantai. Tapi, pantai tidak perlu jadi rumah saya. Rumah adalah tempat di mana saya dibutuhkan.

Di rak buku

    Felix Hatta
    Novel Dewasa
    • 15
    • 891
    Felix Hatta
    Buku Liburan
    • 13
    • 250
    Maudi Utami
    Musim Hujan
    • 25
    • 226
    b6059382319
    My Mini Library
    • 5
    • 132
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)