Parenting with Love: Panduan Islami Mendidik Anak Penuh Cinta dan Kasih Sayang, Abdullah Ghalib, Maria Ulfah Anshor
Buku
Abdullah Ghalib,Maria Ulfah Anshor

Parenting with Love: Panduan Islami Mendidik Anak Penuh Cinta dan Kasih Sayang

Baca
229 halaman cetak
  • 👍1
  • 🎯1
Berisi seputar pendidikan anak dan cita-cita membangun keluarga sakinah, Anda juga diajak untuk menjadi Ayah-Ibu yang baik bagi anak-anak
Kesan
Tambahkan ke rak
Baca

Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku

Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.

Selalu ada yang dibaca, setiap saat

Teman, editor, dan pakar dapat membantu Anda menemukan buku baru dan menarik.

Baca kapan saja, di mana saja

Ponsel selalu ada bersama Anda, begitu juga buku Anda – meskipun Anda sedang offline.

Bookmate – aplikasi yang membuat Anda ingin membaca
  • 👍Layak dibaca1
  • 🎯Bermanfaat1
Masuk atau Daftar
🎯Bermanfaat

I find this book very useful, not just tell us how to be a good parent in general but also how to be a good parent in this era. I also glad it come with a gender equity perspective.

👍Layak dibaca

Pertanyaannya, di mana sesungguhnya basis pendidikan yang menjadi tonggak terbangunnya karakter anak-anak kita? Di sinilah relevansinya kita berbicara tentang pranatalia education, atau pendidikan anak sebelum lahir.
Dasar Psikologi
Teori Behaviourisme mengatakan bahwa anak itu bagaikan selembar kertas putih yang bisa ditulis atau digambar apa saja, dan sang kertas tak pernah bisa menolak. Manusia, menurut teori ini, terbentuk oleh lingkungannya, disebut homo mechanicus, atau manusia mesin yang tak berjiwa. Lancar tidaknya mesin bukan bergantung kepada faktor dalam, tetapi oleh faktor luar, seperti onderdil dan bahan bakar. Lingkunganlah yang bisa membentuk manusia menjadi pemberani, penakut, pendendam, atau pemaaf.
Teori ini dibantah oleh teori kognitif yang menyatakan bahwa manusia itu bisa berpikir sehingga bisa mendistorsi lingkungan, tidak tunduk begitu saja. Teori kognitif akhirnya berkembang menjadi teori humanisme yang menyatakan bahwa manusia bukan hanya mampu berpikir, tetapi juga mengerti akan makna hidup. Pertanyaannya, dari mana manusia mengerti akan makna, dari lingkungan atau dari mana? Teori psikologi mutakhir cenderung mengatakan bahwa faktor hereditas atau keturunan sangat dominan dalam menentukan kualitas manusia, bukan lingkungan.
Kehadiran ayah sebagai idola bagi anak-anak akan menanamkan konsep diri positif sejak dini, sementara kehadiran ibu sebagai lautan kasih sayang akan mengikat psikologi anak pada cinta keluarga dan keindahan hidup.
(1) orangtua di rumah melalui dongeng sebelum tidur, kemudian melalui nasihat rutin atau khusus sehubungan dengan event-event penting, misalnya, ketika akan berangkat merantau, dalam proses memilih jodoh, ketika memulai hidup rumah tangga, atau akan menduduki suatu jabatan; (2) guru di sekolah, berupa pelajaran ilmu akhlak atau budi pekerti. Pelajaran ilmu akhlak di sekolah pada umumnya lebih berpengaruh pada aspek kognitif, dan kurang menyentuh aspek afektif. Akan tetapi, disiplin sekolah yang bermuatan nilai akhlak, meski bisa jadi tidak disukai oleh murid, memiliki pengaruh yang cukup besar dalam diri si murid, sekurang-kurangnya masuk ke alam bawah sadar; (3) ulama atau orang bijak setiap selesai shalat atau dalam pengajian, atau dalam pertemuan khusus; (4) cendekiawan melalui forum diskusi; (5) melalui literatur yang terprogram; dan (6) bisa juga diperoleh dari peristiwa yang mengesankan hatinya yang kemudian dijadikan pelajaran.

Internalisasi Nilai pada anak menurut Prof. Achmad Mubarok M.A

Timbuctoo, thebookishome
thebookishome
Timbuctoo
  • 227
  • 20
MOTIVASI, b9640017327
b9640017327
MOTIVASI
  • 12
  • 9
van, thebookishome
thebookishome
van
  • 76
  • 5
Nn, Ida Farida
Ida Farida
Nn
  • 48
  • 4
Kotak Ajaib AFZ 2, Anis Fuadah Zuhri
Anis Fuadah Zuhri
Kotak Ajaib AFZ 2
  • 31
  • 2
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)