Rahman Patiwi

Metamorfosa

Dalam hidup ini, Anda pasti pernah mengalami perasaan yang mengatakan,? Kamu bukan siapa-siapa!? atau bahkan dikata-katai orang,? Tidak perlu muluk-muluk kamu berkeinginan karena kamu bukan siapa-siapa!? Buku ini?selain merangkum perjalanan hidup sang penulis, Rahman Patiwi?juga mengurai bagaimana proses transformasi diri dari no-one-to-someone, melalui perubahan berpola. Berisikan kiat-kiat praktis untuk hidup yang lebih baik; dari biasa-biasa menjadi luar biasa; dari tak berharga menjadi istimewa, buku ini mengajak Anda untuk segera bermetamorfosa menjadi pribadi yang unggul.
160 halaman cetak
Pemilik hak cipta
Mizan
Sudahkah Anda membacanya? Bagaimanakah menurut Anda?
👍👎

Kesan

    lidyamembagikan kesantahun lalu
    👍Layak dibaca
    💧Menyentuh

    buku yang sangat menginspirasi, bagus sekali dibaca untuk menambah pengetahuan dan rasa peduli terhadap diri sendiri dan orang lain disekitar kita.

    khomsiah13membagikan kesan6 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca

    Berkesan sih...sayangnya gak lengkap yg gratis bacanya

    Vina Ummahmembagikan kesan2 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca
    💡Banyak pelajaran
    🎯Bermanfaat
    💧Menyentuh

    A great book, thank you for wake me up 😊
    Someday i'll be success and i'll be useful for others especially for my beloved family 😇

    Malang - Sabtu, 28 Desember 2019, At. 04:21 AM.

Kutipan

    miraismiyantimembuat kutipan7 tahun yang lalu
    kita juga bisa mendapatkan apa saja yang kita inginkan asalkan mau kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
    boygurning13membuat kutipan6 tahun yang lalu
    Ada sebuah cerita yang pernah saya baca. Tiga tukang batu sedang bekerja di sebuah bangunan. Orang pertama ditanya, “Sedang apa kamu di sini?” Ia menjawab, “Saya sedang bekerja mencari sesuap nasi.” Orang kedua ditanya dengan pertanyaan yang sama. Ia berkata, “Saya sedang bekerja keras demi menghidupi anak-istri.” Tukang terakhir ditanya dengan pertanyaan sama, tetapi ia memberikan jawaban yang berbeda dari kedua tukang sebelumnya. Ia berkata, “Saya sedang membangun sebuah istana yang megah.” Jawaban mereka mewakili sudut pandang masingmasing.
    Mungkin saat ini mereka tidak jauh berbeda satu sama lain. Namun, sepuluh tahun ke depan, tukang batu ketiga memiliki peluang meraih kehidupan yang jauh lebih baik dari yang lain. Mengapa bisa begitu? Ya, itulah perbedaan sudut pandang dalam pikiran.
    b8937943800membuat kutipan6 tahun yang lalu
    salah satu kehebatan manusia adalah kebebasan berkehendak. Manusia bebas memilih melakukan apa pun dalam hidupnya, termasuk mendesain masa depannya. Tuhan juga berjanji akan mengangkat derajat setiap manusia sesuai dengan pemilihan standar diri yang kemudian diberlakukan kepada dirinya

Di rak buku

    Bookmate
    Buku Inspirasional
    • 11
    • 275
    yulifarmasi8
    Novel
    • 71
    • 28
    thebookishome
    Timbuctoo
    • 229
    • 26
    b6268796108
    Biografi dan memoar
    • 6
    • 19
    Elza Alzakinan
    Pengembangan diri
    • 4
    • 6
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)