Buku di rak buku “Apa yang akan Darth Vader baca?” yang dibuat oleh Bookmate

Beri Hatta lima pilihan, rendang, laut, buku, sekolah, dan Makkah, maka tanpa ragu dia akan memilih Makkah. Sebuah pilihan yang didasari pengaruh Pak Gaek, sang kakek yang menggantikan peran ayah, semenjak Hatta menjadi yatim. Tetapi, sang ibu tak ingin Hatta pergi ke Makkah. Alhasil, nasib pun membawa Hatta muda ke Jakarta kemudian ke Belanda. Bersinggungan dengan ketidakadilan penjajahan membuatnya bergabung dalam pergerakan nasional. Sebuah pilihan penuh risiko yang membuatnya terbuang ke Digul hingga Banda Neira.
Hatta, Sergius Sutanto
Sergius Sutanto
Hatta
  • 1.3K
  • 97
  • 9
  • 65
Gabung atau masuk untuk berkomentar
Menurut Darth Vader, setelah melacak perkembangan konsepsi manusia tentang Sang Pencipta dalam Sejarah Tuhan, kini Karen Armstrong menampilkan kajian tentang masa depannya. Dalam buku ini, Karen Armstrong menunjukkan pembelaan terhadap Tuhan dan agama menentang fundamentalisme dan ateisme.
Di berbagai penjuru dunia, kita melihat agama-agama sedang mengalami kebangkitan. Dampaknya terasa di berbagai bidang: politik, sosial, dan ekonomi. Namun, pada saat yang sama, skeptisisme dan nihilisme terhadap Tuhan dan agama pun terasa meningkat sebagai respons terhadap perkembangan itu.
Masa Depan Tuhan, Karen Armstrong
Karen Armstrong
Masa Depan Tuhan
  • 446
  • 47
  • 1
  • 29
Darth Vader merekomendasikan buku ini! Betapa Sabari menyayangi Zorro. Ingin dia memeluknya sepanjang waktu. Dia terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah dan seluruh kebaikan yang terpancar
darinya. Diciuminya anak itu dari kepala sampai ke jari-jemari kakinya yang mungil. Kalau malam Sabari susah susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana yang akan dia lalui dengan anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam, membelikannya mainan, menggandengnya ke masjid, mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.
Ayah, Andrea Hirata
Andrea Hirata
Ayah
  • 3.6K
  • 212
  • 59
  • 195
Mari berguru pada air karena ia memilih mengalir, menembus kokohnya pegunungan yang harus dilewatinya untuk mencapai hilir. Air pun mampu mengikis batu karang yang keras. Ia lembut dan kelembutan adalah kekuatan. Ia yang kuat memilih bertindak tanpa kekerasan. Suatu tindakan yang membutuhkan nyali karena tidak banyak orang yang memilihnya. Ekhnat Easwaran dalam buku ini menyampaikan pesan dua tokoh pionir antikekerasan, Badshah Khan dan Mahatma Gandhi dengan keindahan yang menyentuh hati siapa saja yang merindukan kedamaian. Seperti Badshah Khan mengatakan: Aku memiliki mimpi besar, kerinduan yang besar Seperti bunga-bunga di padang gurun, orang-orang sebangsaku lahir, mekar sesaat tanpa ada yang merawatnya, mereka layu, dan kembali menjadi debu. Aku ingin melihat mereka berbagi suka dan duka. Aku ingin melihat mereka bekerja sama sebagai rekan yang sejajar. Aku ingin melihat mereka berperan bagi negara dan dunia, melayani Tuhan dan demi kemanusiaan.
Badshah Khan, Eknath Easwaran
Eknath Easwaran
Badshah Khan
  • 339
  • 1
  • 1
  • 16
Kita sudah kehilangan harta dan segala-galanya, Geng. Yang tinggal hanya nama baik, itu saja yang perlu dipelihara? Pesan sang ayah terus melekat di benak Hoegeng. Ia sepenuhnya sadar bahwa integritasnya terhadap penegakan hukum telah menciptakan banyak musuh. Tapi apakah orang yang hidup lurus, mesti kurus di zaman ini?
Hoegeng, Aris Santoso dkk
Aris Santoso dkk
Hoegeng
  • 1.4K
  • 37
  • 8
  • 31
Pajajaran tak sepatutnya kehilangan kewaspadaan. Demak semakin mendesak. Bandar mereka yang selalu ramai oleh lalu-lalang kapal pedagang sudah lama menjadi incaran. Sementara para pejabat kerajaan lengah dalam gelimang harta dan kekuasaan. Kemakmuran dan kelonggaran yang diberikan Prabu Siliwangi rupanya justru membuat tumpul perasaan para pejabat kerajaan Pajajaran.
Singgasana Terakhir Pajajaran, Tatang Sumarsono
Ulama senantiasa memiliki peran penting dalam sejarah umat Islam. Bermula dari pesantren dan madrasah di mana membimbing umat menjadi perhatian utama ulama kemudian tampil sebagai satu kekuatan sosial-politik yang ikut menentukan arah perjalanan bangsa; suatu peran strategis seperti yang pernah diembannya saat menjadi elite kerajaan di Nusantara pra-kolonial, di mana ulama menjadi rujukan penguasa terkait kebijakan negara.
Ulama dan Kekuasaan, Jajat Burhanudin
Jajat Burhanudin
Ulama dan Kekuasaan
  • 258
  • 0
  • 2
  • 10
Darth Vader suka cerita ini! Kalau Anda merasa sulit meraih kesuksesan atau sudah merasa sukses, tapi tak kunjung merasakan kebahagiaan, itu mungkin karena Anda hanya berpikir tentang ?aku?. Selain berjuang untuk ?aku?, berjuang pulalah untuk ?kita?. Kalau Anda ingin sukses, sukseskanlah orang lain. Kalau Anda ingin bahagia, bahagiakanlah orang lain. Makelar rezeki itu laksana magnet yang menarik hal-hal positif di sekitarnya. Makelar rezeki itu ibarat saklar yang bisa menyalakan lampu, menghidupkan sesuatu yang sudah mati sehingga menerangi sekitarnya. Makelar rezeki itu menjadi konektor yang menghubungkan satu dengan yang lain, mengalirkan sesuatu yang tersumbat, memperlancar keadaan dan melakukan hal-hal yang saling menguntungkan...
Makelar Rezeki, Jamil Azzaini
Jamil Azzaini
Makelar Rezeki
  • 6.9K
  • 302
  • 45
  • 138
Surabaya, awal tahun 1900-an, di Jalan Peneleh Gang VII ada sebuah rumah yang dihuni sejumlah anak muda pembentuk sejarah bangsa ini. Rumah itu menjadi saksi bagaimana H.O.S Tjokroaminoto, sang Raja Jawa Tanpa Mahkota, menggembleng anak-anak kosnya dalam perjuangan melawan penjajahan. Para muridnya itu adalah Soekarno, Musso, dan Kartosoewirjo. Dari Tjokroaminoto, ketiganya belajar tentang kemerdekaan, kebebasan, dan ideologi dalam berbangsa. Ketiganya bersahabat dan saling mendukung.
Seteru 1 Guru, Haris Priyatna
Haris Priyatna
Seteru 1 Guru
  • 484
  • 22
  • 6
  • 14
Pemilihan Pandaya Sriwijaya seharusnya telah usai. Namun, kehadiran seorang gadis bercadar dengan rajah kupu-kupu di pipinya membuat keputusan Dapunta Cahyadawasuna berubah. Gadis itu tak kalah hebatnya dengan pandaya terpilih, seorang pemuda dengan tiga pedang. Pertempuran keduanya, dengan jurus-jurus kejutan yang begitu dahsyat, seakan tak akan pernah berakhir. Berbeda dari tradisi sebelumnya, Sriwijaya kini memiliki dua pandaya. Sriwijaya, di tengah ancaman kerajaan tetangga dan kedatuan-kedatuan yang tengah berkhianat, masih menggenggam ambisi menguasai Bhumi Jawa. Dibutuhkan pendekar-pendekar kuat nan digdaya untuk mencapainya, selain juga armada-armada yang tangguh.
Pandaya Sriwijaya, Yudhi Herwibowo
Yudhi Herwibowo
Pandaya Sriwijaya
  • 398
  • 0
  • 5
  • 11
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)