Romantisme Tidak Mesti Picisan

loevelife
loevelife
7Buku
Karena setiap perempuan butuh sedikit romantisme yang pintar dalam hidupnya.
Mr. Hoppy tinggal di atas apartemen Mrs. Silver. Ia telah menaruh hati pada perempuan itu sejak lama tapi ia terlalu pemalu untuk memulai lebih jauh. Hingga suatu ketika kehadiran seekor (atau lebih?) kura-kura membawanya tertarik lebih dalam. Sungguh, perjuangan Mr. Hoppy untuk memenangkan hati wanita pujaannya sangat menyentuh hati saya. Singkat, manis, dan lucu.
Scarlett O'Hara dan Rhett Butler adalah pasangan sastra favorit saya. Saya tumbuh dengan menonton filmnya nyaris setiap tahun. Lalu, saat sudah cukup dewasa dan punya waktu luang, saya memberanikan diri untuk membacanya. Dan, betapa kaya tulisan Margaret Michell ini. Semuanya ada: keluarga, cinta, perang, politik, dan pengorbanan. Yang saya suka adalah bahwa betapa setaranya Scarlett dan Rhett. Mereka berdua sama-sama dianggap "tidak pantas" oleh masyarakat yang konservatif, mereka juga licik dan menghalalkan secara cara untuk bertahan hingga sukses. Chemistry dan kejar-mengejar keduanya di antara sekian banyak pernikahan, perang, dan jatuh bangun kehidupan membuktikan bahwa cinta mempunyai kekuatan yang sangat besar.

Sudah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Gone with the Wind, Margaret Mitchell
Bila ada buku yang bisa dideskripsikan sebagai elegan, inilah bukunya. Hangat, lucu, dan bijaksana mungkin deskripsi lain yang bisa digunakan.

Menceritakan tentang pensiunan tentara Major Ernest Pettigrew dan Mrs. Ali, penjaga toko asal Pakistan, pasangan yang "menantang" nilai-nilai sosial ini menjalin romansa yang sangat manis. Kecintaan kedua tokoh paruh baya ini terhadap buku juga menjadi nilai plus buat bookworm seperti saya.

Ada beberapa quote yang indah tentang membaca:

“Life does often get in the way of one's reading.”
“...I tell myself it does not matter what one reads--favorite authors, particular themes--as long as we read something. It is not even important to own the books.”

Semoga suatu hari akan diterjemahkan di Indonesia!
Magic dan science, vampire dan penyihir, mungkin terdengar aneh. Tapi sungguh, buku ini sangat menarik. Tokoh utamanya adalah penyihir dan vampire yang saling jatuh cinta. Di kedua buku berikutnya, mereka bahkan melakukan time-travel ke Inggris pada era Elizabeth I! Sejarah, sihir, seni, fisika, sastra, semuanya diramu dengan pas.

Diana Bishop dan Matthew Clairmont adalah pasangan magis fiktif favorit saya. Dijamin begitu selesai, pasti ingin langsung lanjut ke buku kedua dan ketiganya!
Newland Archer and Ellen Olenska adalah satu pasangan sastra favorit saya. Tidak ada adegan percintaan yang bertubi-tubi dan penuh nafsu, tapi chemistry membara dan keputusan yang mereka ambil, betul-betul membuat saya termehek-mehek.
Kepengapan lingkungan sosial dan observasi Edith Wharton yang sungguh tajam terhadap perilaku kalangan menengah atas dan "ningrat" di New York, tetap dapat membuat kisah berlatar tahun 1870an ini relevan hingga sekarang.
The Age of Innocence, Edith Wharton
Buku ini adalah bagian dari tetralogi The Wallflowers. Karakternya sungguh memikat, dialognya witty dengan bumbu-bumbu percintaan yang nikmat dibaca sambil minum kopi di akhir minggu. Karakter utamanya sama-sama keras kepala, pintar, dominan dan chemistry keduanya benar-benar membuat buku ini hidup. Romantisme yang tidak picisan.

Sudah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
It Happened One Autumn, Lisa Kleypas
bookmate icon
Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku
Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)