Rick Riordan

Percy Jackson`s Greek Gods

Siapa yang bisa mengisahkan tentang awal mula dewa-dewi Olympus lebih baik daripada seorang demigod di masa kini?
Sesungguhnya, Percy Jackson benar-benar tak ingin mengusik dewa dewi Olympia dan membuat mereka marah padanya lagi. Namun, demi keselamatan sesama blasteran atau demigod, dan juga para manusia, Percy pun berbaik hati mempertaruhkan nyawanya menuliskan semua yang dia ketahui tentang dewa-dewi Yunani kuno dalam buku ini. Semua dilakukannya agar kita bisa mengenali mereka dan bertahan hidup saat bertemu mereka-yah, siapa tahu tiba-tiba mereka muncul di hadapan kita. Jadi, jika kau menyukai banyak kisah nyata mengenai penipuan, pencurian, pengkhianatan, dan bahkan kanibalisme, bacalah terus, karena jelas inilah Masa Keemasan bagi semua hal mengerikan itu. Bagi kalian yang masih awam dengan mitologi Yunani, maupun yang sudah sangat paham, buku yang sangat menghibur ini akan membuat kisah-kisah dari masa lampau itu jadi relevan dan sulit dilupakan.
Temukan cerita unik Percy Jackson tentang Hestia, Demeter, Persephone, Hera, Hades, Zeus, Poseidon, Athena, Aphrodite, Ares, Hephaestus, Apollo, Hermes, dan masih banyak lagi lainnya.
[Mizan, Noura Books, Novel, Fantasi, Rick Riordan, Percy Jackson, Terjemahan, Indonesia]
521 halaman cetak
Pemilik hak cipta
Mizan
Sudahkah Anda membacanya? Bagaimanakah menurut Anda?
👍👎

Kesan

    b2458872802membagikan kesan6 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca
    💞Romantis

    Love you Percy ????????

    Risca Ayumembagikan kesan2 tahun yang lalu

    Greatt

    Komang Kadimembagikan kesan2 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca

    Lucu dan seru

Kutipan

    mevianaa pertiwiimembuat kutipan2 tahun yang lalu
    etiap kalinya kau menyimak pelajaran sangat membosankan yang rasanya berlangsung tiada akhir, salahkan Kronos. Atau setiap kali kau merasa akhir pekan berlalu terlalu cepat, itu juga salah Kronos.
    b7187250117membuat kutipan10 bulan yang lalu
    Aku akan sangat tertarik dengan sebuah langit. Dan, alangkah baiknya kalau dia juga sesosok pria tampan yang bisa membuatku jatuh hati, karena aku agak kesepian berada di bawah sini hanya dengan bebatuan ini.”

    Entah Kaos mendengarkan dirinya dan bersedia bekerja sama, ataukah Gaea hanya menghendakinya agar terjadi. Di atas bumi, langit terbentuk—sebuah kubah protektif yang biru saat siang hari dan hitam saat malam. Langit menamai dirinya sendiri Ouranos—dan, yeah, itu ejaan lain untuk Uranus. Tak mungkin kau bisa mengucapkan nama itu tanpa ditertawai orang. Kedengarannya saja sudah salah. Mengapa dia tidak bisa memilih nama yang lebih baik untuk dirinya sendiri—seperti Pembawa Maut atau José—aku pun tak tahu, tapi itu mungkin bisa menjelaskan alasan Ouranos selalu bete.

    Sama seperti Gaea, Ouranos bisa mengambil wujud manusia dan mengunjungi bumi—yang sebetulnya bagus, karena langit berada jauh di atas sana dan hubungan jarak jauh tak pernah berhasil.

    Dalam wujud fisik, dia tampak seperti sesosok pria bertubuh tinggi kekar dengan rambut hitam gondrong. Dia hanya mengenakan cawat, dan warna kulitnya berubah-ubah—terkadang biru dengan pola-pola awan pada otot-ototnya, terkadang gelap dengan bintang-bintang berkilauan. Hei, memang itulah sosok yang dibayangkan Gaea. Jangan salahkan aku. Kadang kau akan melihat gambar dirinya memegang roda zodiak, melambangkan seluruh konstelasi yang melintasi langit berulang-ulang kali selama keabadian.

    Omong-omong, Ouranos dan Gaea kemudian menikah.

    Bahagia untuk selamanya?

    Tidak juga.

    Sebagian dari masalahnya adalah Kaos menjadi terlalu bersemangat untuk menciptakan sesuatu. Dia berpikir kepada dirinya yang muram dan berkabut: Hei, Bumi dan Langit. Tadi itu lumayan seru! Aku penasaran apa lagi yang bisa kubuat.

    Tak lama dia menciptakan berbagai jenis masalah lain—dan dalam hal ini, maksudku adalah dewa-dewi. Air terhimpun dari dalam kabut Kaos, mengumpul di bagian-bagian terdalam bumi, dan membentuk lautan pertama, yang secara alami mengembangkan sebuah kesadaran—sang dewa Pontus.

    Kemudian Kaos menjadi benar-benar sinting dan berpikir: Aku tahu! Bagaimana dengan sebuah kubah seperti langit, tapi di dasar bumi! Itu akan keren sekali.

    Maka sebuah kubah kembali muncul di bawah bumi, tapi ia gelap, keruh, dan pada dasarnya tak terlalu baik, mengingat ia selalu tersembunyi dari cahaya langit. Inilah Tartarus
    Sindy Cantoniamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Kalau kau pernah merasakan ketertarikan kepada seseorang yang tidak memperhatikanmu, itu adalah ulah Aphrodite.

Di rak buku

    еверд фринандо
    Rick Riordan
    • 7
    • 2
    Tasya Kambai
    Greek Mythology
    • 3
    • 2
    diazikiajamah
    Mitologi
    • 1
    • 1
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)