Kutipan dari “I am Malala” oleh Malala Yousafzai

Jauh lebih terhormat untuk gagal daripada curang.”
, tiga puluh dua juta di antara mereka adalah anak perempuan.
Ayah benar. Aku ingin belajar dan berlatih menggunakan senjata ilmu pengetahuan dengan baik. Lalu, aku akan bisa berjuang secara lebih efektif untuk mencapai tujuanku.
dalam Al-Quran tertulis, Allah ingin agar kita memiliki pengetahuan. Dia menginginkan kita untuk tahu mengapa langit itu biru dan tahu mengenai lautan dan bintang-bintang.
adalah senjata kita yang paling perkasa. Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena bisa mengubah dunia.”
menulis bahwa mereka akan memaafkanku jika aku kembali ke Pakistan, mengenakan burqa, dan pergi ke madrasah.
bagian duniaku, sebagian besar orang dikenal gara-gara putra mereka. Aku salah seorang ayah yang beruntung karena dikenal gara-gara putrinya.”
kepada Allah untuk menyelamatkanku, dan aku diselamatkan demi satu alasan—agar aku menggunakan hidupku untuk menolong orang.
Kami tidak punya banyak uang dan orangtuaku tahu bagaimana rasanya kelaparan. Ibu tidak pernah menolak seseorang.
“Aku ingin menolong orang dan kumohon tolong aku melakukannya.”
Kita, manusia, tidak menyadari betapa hebatnya Allah. Dia telah memberi kita otak yang luar biasa dan hati yang peka, dan penuh cinta. Dia telah memberkahi kita dengan dua bibir untuk bicara dan mengungkapkan perasaan kita, dua mata yang melihat dunia penuh warna dan keindahan, dua kaki untuk menempuh jalan kehidupan,
begitu khawatir hingga sepanjang waktu itu dia terus berdoa. Mengulang-ulang doa Nabi Yunus saat ditelan ikan paus7.
membaca Al-Quran dengan berdiri menghadap dinding, melafalkan ayat-ayat berulang-ulang selama berjam-jam.
Allah, kupercayakan dia kepada-Mu,” katanya pada langit. “Kami tidak menerima penjaga keamanan—Kaulah pelindung kami. Dia berada dalam perlindung-an-Mu dan Kau pasti akan mengembalikannya.”
Dia meminta nenek untuk langsung mulai berdoa. Kami percaya Allah mendengarkan doa orang yang sudah tua dengan lebih saksama.
Di Pakistan, ketika kaum perempuan menginginkan kemandirian, orang mengira itu berarti kami tidak mau mematuhi ayah, saudara laki-laki, atau suami kami. Namun, artinya bukan begitu. Artinya kami ingin membuat keputusan untuk diri kami sendiri. Kami ingin bebas bersekolah atau bekerja. Tidak ditulis di mana pun dalam Al-Quran bahwa perempuan harus bergantung kepada lelaki. Tidak ada perkataan yang turun dari surga untuk memberi tahu kami bahwa semua perempuan harus mendengarkan kaum lelaki.
Aku pergi dan membisikkan ayat-ayat Al-Quran di atas buku-bukuku, berupaya melindungi mereka.

Akhirnya, semua orang siap.
Sebagian orang merasa takut terhadap hantu, beberapa merasa takut terhadap laba-laba atau ular—pada masa itu kami merasa takut terhadap sesama manusia.
Namun, aku berkata, “Pendidikan adalah pendidikan. Kita harus mempelajari segalanya, lalu memilih jalur mana yang harus diikuti.” Pendidikan itu bukanlah Timur atau Barat, tapi manusiawi.
seorang lelaki, Fazlullah, bisa menghancurkan segalanya, mengapa seorang anak perempuan tidak bisa mengubahnya? pikirku. Setiap malam aku berdoa agar Allah memberiku kekuatan.
bookmate icon
Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku
Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)