I am Malala, Malala Yousafzai
Buku
Malala Yousafzai

I am Malala

Baca
415 halaman cetak
  • 💡5
  • 👍4
  • 💧2
“Di mana Malala? Yang mana di antara kalian yang bernama Malala? Katakan atau kutembak kalian semua!” Teriak seorang laki-laki bersenjata di bus yang membawa pulang anak-anak sekolah di Mingola, Pakistan. Dalam hitungan menit, timah panas bersarang di kepala dan leher Malala. Peristiwa tersebut menggegerkan dunia. Malala Yousat'zai, gadis usia 14 tahun ditembak oleh Taliban, kelompok Islam garis keras, karena kegigihannya memperjuangkan pendidikan untuk anak perempuan di Lembah Swat, Pakistan.

Buku ini merangkum berbagai informasi mengenai sepak terjang Malala, jauh sebelum insiden penembakan hingga perjuangan terkini si Bunga Jagung.
Kesan
Tambahkan ke rak
Baca

Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku

Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.

Selalu ada yang dibaca, setiap saat

Teman, editor, dan pakar dapat membantu Anda menemukan buku baru dan menarik.

Baca kapan saja, di mana saja

Ponsel selalu ada bersama Anda, begitu juga buku Anda – meskipun Anda sedang offline.

  • 💡Banyak pelajaran5
  • 👍Layak dibaca4
  • 💧Menyentuh2
Masuk atau Daftar
👍Layak dibaca

Where can i find it in english

👍Layak dibaca
💡Banyak pelajaran
🎯Bermanfaat

Betapa bahwa pendidikan yg sepertinya biasa saja yg saya dapatkan adalah sesuatu yg sangat berharga untuk Anak2 lain di luar sana.. Membuat lebih bersyukur dan belajar byk ttg konflik yg terjadi. Sebagai muslim, sedih melihat kebanyakan konflik ini terjadi di negeri muslim. Dan bersyukur karena tinggal di Indonesia yg jauh lebih baik drpd negara2 tsb. Semoga smua anak bisa mendapat haknya utk belajar dan bersekolah..

💡Banyak pelajaran
🎯Bermanfaat
🚀Sangat menarik
💧Menyentuh

Pendidikan untuk semua, menjadi hak dasar manusia.

Permen, Bola Tenis, dan Patung Buddha Swat

Ecsts tro t🏮🎐

“Anak-anak muda tercinta!” teriak Malalai. “Jika kalian tidak gugur dalam Pertempuran Maiwand, maka, demi Allah, seseorang akan menjadikan kalian sebagai simbol rasa malu.”
Martin Niemöller, yang hidup di bawah tekanan Nazi, Jerman.
Pertama-tama mereka datang memburu komunis,
dan aku tidak bersuara karena aku bukan komunis.
Lalu mereka datang memburu sosialis,
dan aku tidak bersuara karena aku bukan sosialis.
Lalu mereka datang memburu serikat buruh,
dan aku tidak bersuara karena aku bukan serikat buruh.
Lalu mereka datang memburu orang Yahudi,
dan aku tidak bersuara karena aku bukan orang Yahudi.
Lalu mereka datang memburu orang Katolik,
dan aku tidak bersuara karena
Buku Minggu Ini, Bookmate
Bookmate
Buku Minggu Ini
  • 29
  • 36.6K
Desarrollo Personal, Look Magazine
Look Magazine
Desarrollo Personal
  • 4
  • 677
Musim Hujan, Maudi Utami
Maudi Utami
Musim Hujan
  • 25
  • 210
a Place in this World, thebookishome
thebookishome
a Place in this World
  • 98
  • 8
Biography, Marina Zala
Marina Zala
Biography
  • 32
  • 6
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)