Ahmad Tohari

Lintang Kemukus Dini Hari

Beri tahu saya ketika buku ditambahkan
Untuk membaca buku ini unggah file EPUB atau FB2 ke Bookmate. Bagaimana cara mengunggah buku?
Seri Dukuh Paruk: Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari & Jantera Bianglala.

Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya dukuh itu merasakah kehilangan jati diri.

Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pekabat-pejabat desa maupun kabupaten.

Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pedukuhan itu dibakar. Ronggeng berserta para penabuh calung ditahan.Hanya karena kecantikannya Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa penjara itu.

Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politikmembuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itulah setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki manapun. Ia ingin menjadi wanita somahan. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya sepercik harapan muncul, harapan yang semakin lama semakin besar.
Buku ini saat ini tidak tersedia
184 halaman cetak

Kesan

eponky
eponkymembagikan kesan3 tahun yang lalu
💡Banyak pelajaran

Pergolakan politik dan ideologi bangsa yang memakan korban rakyatnya yang polos dan miskin.

Mungkin banyak dukuh paruk - dukuh paruk lainnya yang mengalami hal yang sama atau malah lebih tragis.

freyja
freyjamembagikan kesan2 tahun yang lalu
👍Layak dibaca
🙈Tidak Mengerti
💡Banyak pelajaran
🎯Bermanfaat
💧Menyentuh

Oh God. The ending is awful.

Bagaimana cerita menggambarkan rakyat bodoh dan terbelakang yang secara tidak langsung malah dapat getah dari perbuatan orang-orang yang (dianggap) salah itu...sedih banget. Saya bener-bener harus baca lanjutannya, nggak kuat mikirin ending semenyayat ini:")

Sinawang Sindang
Sinawang Sindangmembagikan kesan9 bulan yang lalu

V by ghvyc

Kutipan

H
Hmembuat kutipantahun lalu
"Jangan tertawa terlalu terbahak-bahak,sebab nanti akan segera menyusul tangis sedih," demikian sering dikatakan Sakarya kepadaanak-cucunya di Dukuh Paruk.
freyja
freyjamembuat kutipan3 tahun yang lalu
Srintil sedikit demi sedikitmengenal dirinya dari sisi lain. Bukan sebagai perempuan milik bersama sebuah tatapanmelainkan seorang perempuan dalam arti yang paling bersahaja.
beryllia luthfi
beryllia luthfimembuat kutipan3 tahun yang lalu
suatu keluarbiasaanharus dibayar dengan kerusakan keberimbangan. "Jangan tertawa terlalu terbahak-bahak,sebab nanti akan segera menyusul tangis sedih," demikian sering dikatakan Sakarya kepadaanak-cucunya di Dukuh Paruk.

Di rak buku

Koleksi, Mohamad zainal fanani
Mohamad zainal fanani
Koleksi
  • 116
  • 11
a Place in this World, thebookishome
thebookishome
a Place in this World
  • 98
  • 9
Indonesia, Marina Zala
Marina Zala
Indonesia
  • 41
  • 8
Novel Terjemahan Penulis Dunia, b5102317736
Novel, kpp315
kpp315
Novel
  • 13
  • 3
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)