Multatuli

Max Havelaar

    Tata Mongilongmembuat kutipan6 tahun yang lalu
    Cinta ibu tak kunjung padam!
    Di sanalah kau setia mengawasiku
    Bocah kecilmu yang tak berdaya,
    Menuntun langkah pertamaku,
    Dengan kata dan tatapan lembut.
    Tapi takdir meretas ikatan
    Yang menyatukan kita;
    Dan kini di tanah asing
    Hanya Tuhan bersamaku!
    Cintamu, Bunda tersayang,
    Aprida Sondangmembuat kutipan5 tahun yang lalu
    Yang terburuk dari adegan-adegan di panggung itu adalah orang menjadi begitu terbiasa dengan kebohongan sehingga mereka terbiasa melontarkan kekaguman dan bertepuk tangan
    Risty Habibiemembuat kutipan3 tahun yang lalu
    Alam adalah gerakan. Tumbuh, lapar, berpikir, merasakan, semuanya ini adalah contoh gerakan …. Diam adalah mati. Tanpa gerakan, tidak ada kedukaan, tidak ada kegembiraan, tidak ada emosi.
    Risty Habibiemembuat kutipan3 tahun yang lalu
    Untuk menghormati gagasan mengenai adanya kemanusiaan di Hindia, harus cepat-cepat kuimbuhkan bahwa, walaupun perbedaan di antara dua kelas manusia itu—yang di mata orang pribumi sama-sama disebut orang Eropa—bisa ditandai dengan jelas dalam pergaulan sosial.
    Sya Naimmembuat kutipan6 tahun yang lalu
    di manakah letak kebajikan sejati seandainya kebajikan selalu memperoleh imbalannya?
    Nadhilah Alamandamembuat kutipan7 tahun yang lalu
    Aku tidak menyukai orang miskin karena sebagian besar dari kemiskinan itu adalah kesalahan mereka sendiri dan, menurutku, Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang setia melayani-Nya.
    b6673912489membuat kutipan7 tahun yang lalu
    Aku sangat menyukai pengamatan filosofis, maka biarlah kukatakan betapa segala sesuatunya berkaitan secara ganjil di dunia ini.
    Mohamad Istihorimembuat kutipan5 bulan yang lalu
    Percayalah, segala sesuatu di dunia ini baik, sebagaimana adanya, dan orang yang tidak kenal puas dan selalu mengeluh bukanlah temanku.
    Mohamad Istihorimembuat kutipan5 bulan yang lalu
    di manakah letak kebajikan sejati seandainya kebajikan selalu memperoleh imbalannya?
    b5342881004membuat kutipantahun lalu
    di manakah letak kebajikan sejati seandainya kebajikan selalu memperoleh imbalannya? Mengapa
    b3215505506membuat kutipantahun lalu
    keliru: hampir semua cucu lakilaki Homer bisa dikatakan buta menurut cara mereka sendiri. Mereka melihat apa yang tidak kita lihat; pandangan mereka menembus lebih tinggi dan lebih dalam daripada penglihatan kita, tapi mereka tidak bisa melihat jalan raya sederhana yang membentang lurus di depan mata dan mereka bisa tersandung serta terjatuh hanya gara-gara kerikil, seandainya tidak didukung dalam perjalanan susah payah mereka melewati lembah prosa ini, tempat kehidupan manusia terbentang.”

    (HENRY DE PÈNE)
    b3215505506membuat kutipantahun lalu
    nama aslinya Eduard Douwes Dekker, mantan Asisten Residen pemerintah Belanda di Jawa

    Kakekx Ernest Douwes Dekker(Danudirdja Setiabudi) _tiga serangkai. Mereka berbeda tapi satu keluarga.

    b3215505506membuat kutipantahun lalu
    Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya. Jika politik bengkok, sastra akan meluruskannya.
    anti tusitmembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Kedamaian tetap damai”—ini kutipan harfiah dari frasa yang digunakan oleh banyak residen
    anti tusitmembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Tidaklah mudah bagi seorang penulis untuk berlayar dengan tepat di antara dua batu sandungan, yaitu terlalu berteletele atau terlalu singkat.
    Cevia Alyamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    hampir semua cucu lakilaki Homer bisa dikatakan buta menurut cara mereka sendiri. Mereka melihat apa yang tidak kita lihat; pandangan mereka menembus lebih tinggi dan lebih dalam daripada penglihatan kita, tapi mereka tidak bisa melihat jalan raya sederhana yang membentang lurus di depan mata dan mereka bisa tersandung serta terjatuh hanya gara-gara kerikil, seandainya tidak didukung dalam perjalanan susah payah mereka melewati lembah prosa ini, tempat kehidupan manusia terbentang.
    Cevia Alyamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Istri Setia, Ibu Penyayang dan Pemberani
    Cevia Alyamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Pramoedya menyebut Max Havelaar sebagai buku yang “membunuh” kolonialisme.
    Cevia Alyamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    pertama kali diterbitkan di Belanda tahun 1860, Max Havelaar langsung menggegerkan negeri itu. Novel ini ditulis Multatuli
    Cevia Alyamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Max Havelaar mengungkap kebobrokan dan kekejaman kolonial Belanda di Jawa dan memunculkan penerapan Politik Etis sebagai usaha Belanda “membayar” utang mereka kepada pribumi
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)