Kutipan dari “Max Havelaar” oleh Multatuli

Cinta ibu tak kunjung padam!
Di sanalah kau setia mengawasiku
Bocah kecilmu yang tak berdaya,
Menuntun langkah pertamaku,
Dengan kata dan tatapan lembut.
Tapi takdir meretas ikatan
Yang menyatukan kita;
Dan kini di tanah asing
Hanya Tuhan bersamaku!
Cintamu, Bunda tersayang,
di manakah letak kebajikan sejati seandainya kebajikan selalu memperoleh imbalannya?
Aku tidak menyukai orang miskin karena sebagian besar dari kemiskinan itu adalah kesalahan mereka sendiri dan, menurutku, Tuhan tidak akan meninggalkan orang yang setia melayani-Nya.
Aku sangat menyukai pengamatan filosofis, maka biarlah kukatakan betapa segala sesuatunya berkaitan secara ganjil di dunia ini.
punya banyak sekali pengalaman, tapi aku selalu terkejut ketika melihat kebenaran sejati diputarbalikkan. Kebajikan yang memperoleh IMBALAN-nya, sungguh! Seakan kebajikan adalah komoditas dagang!
amle
amlemembuat kutipan5 bulan yang lalu
Havelaar abadi, bukan karena seni atau bakat kesastraannya, melainkan karena tujuan yang diperjuangkannya
Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya. Jika politik bengkok, sastra akan meluruskannya.
—John F. Kennedy
Terpujilah Tuhan,” kata Tine, “akhirnya kau bisa menjadi dirimu sendiri.”
berbakat, tidak punya metode.”
“Buku ini campur aduk; tidak beraturan, hanya ingin mengejar sensasi. Gayanya buruk; penulisnya tidak berpengalaman; tidak
Berdasarkan kebiasaan leluhur
aku akan dibaca! Ya, aku akan dibaca! Aku akan dibaca oleh para negarawan yang wajib memperhatikan tanda-tanda zaman,
Karena kepada Andalah buku ini saya persembahkan, wahai WILLIAM KETIGA, Raja, Adipati, Pangeran … lebih dari sekadar Pangeran, Adipati, dan Raja …. KAISAR dari Kerajaan INSULINDE yang menakjubkan, yang melingkari khatulistiwa bak untaian zamrud!
Itu akan sangat merugikan LELANG KOPI PERUSAHAAN DAGANG BELANDA!
Aku pun akan mengasah kelewang, parang, dan pedang, dengan mengumandangkan lagu-lagu perang dalam benak para martir yang telah kujanjikan akan kutolong. Aku, Multatuli, akan melakukan ini!
Seandainya ini juga tidak berhasil?
Lalu, aku akan menerjemahkan bukuku ke dalam bahasa Melayu, Jawa, Sunda, Alifuru, Bugis, dan Batak.
Bagus! Bagus! …. Semuanya itu benar! … tapi orang Jawa diperlakukan dengan buruk!
tidak bermaksud untuk menulis dengan baik …. Aku ingin menulis agar didengar
dan oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang harus mengetahui apa yang terjadi di jajahan luas di seberang lautan yang menjadi milik Belanda ….
oleh para penjilat Yang Mulia
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)