Bulan Merah, Ginanjar Teguh Iman
Buku
Ginanjar Teguh Iman

Bulan Merah

Baca
233 halaman cetak
Sekelompok anak muda membentuk Bulan Merah pada masa perang kemerdekaan. Tidak banyak orang yang tahu tentang Bulan Merah. Yang tahu pun akan mencibir setiap kali nama kelompok musik keroncong itu disebut. Bagi mereka, Bulan Merah tak ubahnya omong kosong. Keberadaannya tak lebih dari misteri karena tak semua orang pernah menyaksikan pertunjukannya. Sejarah juga tak sempat mencatat perjuangannya.
Kata Kakek, Bulan Merah bukanlah kelompok musik keroncong biasa. Pertunjukannya selalu digelar tiba-tiba, tanpa bisa diduga. Itu karena beberapa yang datang juga bukan penonton biasa. Penonton yang tak biasa itu rupanya menyimak dengan saksama setiap lirik lagu yang didendangkan Bulan Merah. Lirik-lirik lagu yang ternyata telah disisipkan pesan-pesan rahasia di dalamnya.
Pesan-pesan rahasia itu kemudian akan berbalas pesan rahasia lainnya. Semua terjadi begitu cepatnya. Harus cepat, sebelum patroli kolonial Belanda datang dan membubarkan pertunjukan. Sayang, sejarah tak sempat mencatat perjuangannya.
Dari sedikit orang yang tahu tentang Bulan Merah, salah satunya adalah kakekku. Inilah kisahnya.
[Mizan, Qanita, Musik, Keroncong, Misteri, Perjuangan, Indonesia]
Kesan
Tambahkan ke rak
Baca
2Rak buku
0Kesan
0Kutipan

Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku

Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.

Selalu ada yang dibaca, setiap saat

Teman, editor, dan pakar dapat membantu Anda menemukan buku baru dan menarik.

Baca kapan saja, di mana saja

Ponsel selalu ada bersama Anda, begitu juga buku Anda – meskipun Anda sedang offline.

Bookmate – aplikasi yang membuat Anda ingin membaca

Kesan

👍
👎
💧
🐼
💤
💩
💀
🙈
🔮
💡
🎯
💞
🌴
🚀
😄

Bagaimana pendapat Anda tentang buku ini?

Masuk atau Daftar
Timbuctoo, thebookishome
thebookishome
Timbuctoo
  • 227
  • 20
Koleksi, Mohamad zainal fanani
Mohamad zainal fanani
Koleksi
  • 116
  • 10
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)