Dwitasari

Jatuh Cinta Diam-Diam 2

Manis pahitnya memendam rasaTak semua perasaan itu harus diungkapkan. Ada kalanya dia disimpan di hati. Diresapi sendiri.Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya. Senyum terkembang saat melihat tawanya. Lutut melemas saat dia menyapa.Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia. Ada kalanya dia dipupuk dengan sabar. Dinikmati saat mekar.Namun, bagaimana jika yang membuatmu lemas saat dia tertawa bahagia karena orang lain, bukan karena dirimu? Saat rona merah pipinya bukan untukmu? Saat detak jantungnya yang berkejaran bukan karena berdekatan denganmu? Saat sosoknya tidak ada lagi untuk memuaskan matamu? Saat itu tiba, mungkin waktunya kamu menyesal, karena terlalu asyik menikmati cinta dalam diam.
[Mizan, Bentang, Belia, Dwita, Cinta, Diam, Sendiri, Sedih, Galau, Remaja, Roman, Novel, Indonesia]
230 halaman cetak
Pemilik hak cipta
Mizan

Kesan

    b0464906419membagikan kesan6 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca
    💡Banyak pelajaran
    💞Romantis
    🚀Sangat menarik

    ❤️❤️❤️❤️

    POWER UPmembagikan kesan3 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca
    💞Romantis
    🚀Sangat menarik

    Dia mulai berdiam. Pesan pesan yang ku kirimkan hanya dilihat tanpa balasan. Tapi dia seakan meyakinkan diriku dengan snapwhatsapp nya. Entah apa yang sedang dinyatakan tapi seperti sengaja memeberi pesan via penguraian rasa. Yang membuatku semakin yakin kalau dia juga suka.

    Anastasia Sarimembagikan kesan5 tahun yang lalu
    💤Bosaan!

    ????????????????

Kutipan

    Alvita Rdmembuat kutipan6 tahun yang lalu
    Tidak apa-apa. Aku mengerti. Duka dan kesedihan selalu membutuhkan nada kegembiraan, meskipun ada dunia di sekelilingnya. Meskipun ada aku di sampingnya. Tidak mengapa. Aku memaklumi. Wajah lelah Angsana sudah cukup memberi arti untuk kukantongi dan kubawa pulang nanti.
    Diamnya masih mengalahkan diamku. Tatapanku masih setia dan tak akan luntur meski disungut waktu. Dia cita-citaku. Sudah. Cukup begini saja.
    Latifani Indah Permata Sarimembuat kutipan6 tahun yang lalu
    Logika. Ia tak pernah berjalan beriringan dengan hati. Ia selalu berlawanan seperti hitam dan putih, baik dan buruk, atau kanan dan kiri. Logika, ia selalu memintaku untuk menyerah dan berhenti bermimpi. Tak lupa ia juga menyuruhku untuk tahu diri.
    Angelia Ayundamembuat kutipan6 tahun yang lalu
    Kalau saja setiap waktu nggak harus berevolusi, kalau saja setiap momen bisa menetap. Juga usiaku, juga waktu saat kita saling kenal bisa kuabadikan, meski hanya satu hari, akan kulakukan apa pun untuk itu

Di rak buku

    Roro Lestari
    Tentang Cinta
    • 15
    • 564
    Gema Pertiwi
    Juvenile Fiction
    • 12
    • 222
    Cdr Ningsih
    Percintaan
    • 2
    • 133
    b3935877365
    Bokbok ku
    • 21
    • 79
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)