bookmate game
Charles Dickens

Oliver Twist

Jika semua bukti bisa menjeratnya, Oliver akan dikirim kerja paksa tanpa dibayar dan makanan layak. Betapa malang nasib bocah yatim piatu itu. Sepertinya tak ada yang menganggapnya pantas berbahagia. Haruskah dia terus-menerus berada di jalanan dan menjadi sampah yang tidak diinginkan siapa pun?ÿ
Oliver Twist adalah salah satu karya besar Charles Dickens. Ditulis sebagai bentuk keprihatinan Dickens terhadap nasib anak-anak di Inggris pada masa itu yang terpaksa harus turun ke jalan karena kemiskinan. Kini, sebagian besar anak-anak di berbagai belahan dunia ketiga terancam mengalami hal serupa, tak terkecuali Indonesia. Tokoh-tokoh dalam novel ini sangat mudah ditemui dalam keseharian kita: pribadi-pribadi yang munafik, rakus, kejam dan gila harta, meskipun ada juga sebagian orang yang masih tetap bersedia mendengarkan nuraninya. Novel ini sungguh layak dibaca karena mengusik hakikat kemanusiaan dalam diri kita. [Mizan, Bentang, Novel, Terjemahan, Klasik, Indonesia]
623 halaman cetak
Pemilik hak cipta
Mizan
Sudahkah Anda membacanya? Bagaimanakah menurut Anda?
👍👎

Kesan

  • b8615508728membagikan kesan10 tahun yang lalu
    🚀Sangat menarik

  • Ipeh Alenamembagikan kesan10 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca

    Kehidupan Oliver menemui masa naik dan turun, bahagia dan sedih. Belum lagi dia sering dijadikan alat bagi orang-orang seperti Fagin dan Sikes. Sementara tokoh-tokoh lain juga mengalami konflik berbeda seperti Noah yang kemudian bekerja sama dengan Fagin. Atau Mr. Bumble yang tertangkap menceritakan rahasia. Semua berhubungan pada satu tokoh, Oliver.

  • b3004358272membagikan kesan11 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca

    Good

Kutipan

  • Mutiya Dewimembuat kutipan7 bulan yang lalu
    Dengan baiknya mereka menceraikan orang-orang miskin yang menikah sebagai konsekuensi atas besarnya biaya tuntutan di Pengadilan.
  • Mutiya Dewimembuat kutipan7 bulan yang lalu
    Jadi, mereka menetapkan aturan bahwa semua orang miskin harus punya pilihan (sebab mereka takkan memaksa siapa pun, mereka bukan orang seperti itu): mati pelan-pelan karena kelaparan di dalam rumah tersebut atau mati dengan cepat di luar rumah tersebut.
  • Mutiya Dewimembuat kutipan7 bulan yang lalu
    Jadi, mereka menetapkan aturan bahwa semua orang miskin harus punya pilihan (sebab mereka takkan memaksa siapa pun, mereka bukan orang seperti itu): mati pelan-pelan karena kelaparan di dalam rumah tersebut atau mati dengan cepat di luar rumah tersebut.

Di rak buku

fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)