Demokrasi Ala Tukang Copet, Mohamad Sobary
Buku
Mohamad Sobary

Demokrasi Ala Tukang Copet

Baca
115 halaman cetak
“Di tangan mereka-baik eksekutif maupun legislatif-demokrasi diubah makna dan definisinya sedemikian rupa sehingga demokrasi tak menghalangi pencopetan besar-besaran.""Diubah? Menjadi demokrasi macam apa?""Demokrasinya tukang copet. Dan mereka bukan sembarang tukang copet. Ini copet besar-besaran, sampai rakyat yang dicopet menjadi miskin, dan akan miskin secara abadi. Tapi, copetnya kaya raya.”Demikianlah salah satu sindiran tajam Mohamad Sobary tentang fenomena “zaman edan” di Indonesia. Dari para caleg yang memenuhi kota dengan foto mereka, hingga hobi para pejabat (dan mantan pejabat) yang membikin center dan biografi. Dari talkshow di televisi yang mengundang orang untuk diadu, hingga hobi tawuran di masyarakat.Berbagai sindiran lain dalam buku ini dapat membuat kita tersenyum getir dan miris. Namun, Kang Sobary juga memberi kita bahan-bahan perenungan untuk menemukan makna yang sejati. Diajaknya kita menengok kembali khazanah kearifan agama, legenda, dan kisah pewayangan. Sesungguhnya, dengan sindiran dan perenungan ini, Kang Sobary ingin mengajak kita pulang ke jati diri kita. [Mizan Publishing, Negara, Bangsa, Maju, Demokrasi, Agama, Islam, Indonesia]
Kesan
Tambahkan ke rak
Baca
12Pembaca
0Rak buku
1Kesan33Kutipan
Masuk atau Daftar
randibayu94
randibayu94membagikan kesan3 bulan yang lalu

Layak dibaca

randibayu94
randibayu94membuat kutipan3 bulan yang lalu
Ada. Namanya kebenaran menurut dirinya sendiri. Bagi tukang copet, perampasan macam itu dianggap kebenaran.”

“Itu kebenaran di rimba raya namanya. Singa menangkap anak rusa, dan merobek-robeknya, kemudian memangsanya dengan kejam tanpa pernah ada tuntutan pengadilan atas tindak jahanamnya, hanya di rimba raya hal itu bisa dibenarkan. Itu hukum rimba ”
bookmate icon
Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku
Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)