Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya Ananta Toer

Bumi Manusia

424 halaman cetak
  • 👍20
  • 💡15
  • 💞9
Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.

Roman bagian pertama; Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.

Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil: Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran. Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya. Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini. Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu…. Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri! Sampai sedatar tanah kalau mungkin! Uh, anak-cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini.

“Kita kalah, Ma,” bisikku.

“Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”
Untuk membaca buku ini unggah file EPUB atau FB2 ke Bookmate. Bagaimana cara mengunggah buku?
Cari di Google
Kesan
Tambahkan ke rak
  • 👍Layak dibaca20
  • 💡Banyak pelajaran15
  • 💞Romantis9
Masuk atau Daftar
Sevilen Sevilen
Sevilen Sevilenmembagikan kesan2 tahun yang lalu
👍Layak dibaca
🔮Kearifan Tersembunyi
💡Banyak pelajaran
🎯Bermanfaat
💞Romantis
🚀Sangat menarik
💧Menyentuh

Tidak ada kata bosan membaca cerita yang cukup panjang dan mengesankan ini

freyja
freyjamembagikan kesan2 tahun yang lalu
👍Layak dibaca
💡Banyak pelajaran

Exactly what I expected from a masterpiece! Endingnya terlalu menggantung sekaligus pahit, tapi di sisi lain menyalakan semangat untuk membaca buku lanjutannya😁
Heran kenapa buku sebagus ini tidak diperlakukan selayaknya buku-buku hebat lainnya di negeri luar sana, yang biasanya dijadikan bacaan wajib sekolah-sekolah. Bayangkan saja kalau para anak muda setidak-tidaknya telah membaca karya Pram satu kali, mungkin jiwa nasionalis dan patriotis tidak akan semerosot sekarang....

Yugi YS
Yugi YSmembagikan kesan3 tahun yang lalu

Dh bbrrapa baca karya bung pram
Gadis pantai, dedes arok, cerita di jakarta, sama keluarga gerilya tapi Baru BUMI MANUSIA yg ngena bngat......
2hari suntuk baru klar baca meminim wktu tdur
Saya puas bacanya....
Tolong karya pram yg laen d share lg dong
Gila n nyandu banget nih ma karya pram
Mengawang angan dan nalar sya ribuatnya
PRAMUDYA ANANTA TOUR

Linda Wellikin
Linda Wellikinmembuat kutipan2 tahun yang lalu
Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain.
rina rosliana
rina roslianamembuat kutipan2 tahun yang lalu
"Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri."
Ridwan L Hakim
Ridwan L Hakimmembuat kutipan3 tahun yang lalu
jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar pengelihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa keraput.
Bacaan Anti-Galau, Hipwee
Timbuctoo, thebookishome
thebookishome
Timbuctoo
  • 227
  • 19
Literature, Fiction, etc, Llia
Koleksi, Mohamad zainal fanani
Mohamad zainal fanani
Koleksi
  • 116
  • 10
DALAM NEGERI, Olivia S
Olivia S
DALAM NEGERI
  • 21
  • 7
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)