Psikologi Kebahagiaan, Komaruddin Hidayat
Buku
Komaruddin Hidayat

Psikologi Kebahagiaan

Baca
181 halaman cetak
  • 👍1
  • 🎯1
“Jika seseorang mengidentikkan ‘aku’-nya dengan wujud materi maka bersiaplah ia untuk kecewa dan babak belur. Ketika orang lain memuji mobilnya, ia akan merasa ikut terpuji. Namun ketika mobilnya tabrakan dan penyok-penyok, dirinya pun ikut merasa hancur dan penyok-penyok. Mobil dan dirinya seolah sudah menyatu.”

Itulah ilustrasi tentang rapuhnya identitas-materiil ketika tidak disangga oleh pola pikir bahagia. Ya, pola pikir. Bukan sekadar pengetahuan tentang kebahagiaan yang mudah terlupakan. Poin pola pikir bahagia itu antara lain:

• Sayangi hati (jiwa rabbani), sumber syukur dan cinta kepada Tuhan yang akan selalu membuahkan gairah hidup, daya tahan, dan harapan. Kekuatan inilah yang akan mengalahkan berbagai fluktuasi hidup, sehingga hal-hal fisik sama sekali tidak mempengaruhi kebahagiaan diri.

• Rawat dan sayangi anugerah tubuh, dengan makanan halal dan baik secara medis, sehingga ia mampu menyangga dan mendukung kesehatan jiwa-jiwa yang bertumbuh kembang di dalamnya.

Inilah buah pengalaman dan renungan Mas Komar—panggilan akrab Prof. Dr. Komaruddin Hidayat—tentang identitas diri sejati anak manusia, tentang virus-virus yang merusak kebahagiaan, dan akhirnya tentang pola pikir bahagia.
Kesan
Tambahkan ke rak
Baca

Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku

Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.

Selalu ada yang dibaca, setiap saat

Teman, editor, dan pakar dapat membantu Anda menemukan buku baru dan menarik.

Baca kapan saja, di mana saja

Ponsel selalu ada bersama Anda, begitu juga buku Anda – meskipun Anda sedang offline.

  • 👍Layak dibaca1
  • 🎯Bermanfaat1
Masuk atau Daftar
👍Layak dibaca

🎯Bermanfaat

Pengantar Haidar Bagir
Aku mati sebagai mineral dan menjelma
menjadi tumbuhan
Aku mati sebagai tumbuhan dan menjelma
menjadi hewan
Aku mati sebagai hewan dan menjelma
menjadi manusia
Lalu, mengapa aku harus takut berakhir pada kematian?

Maut tak pernah mengurangi sesuatu
Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
Dalam the manic society yang serba-ingin-cepat, muncul penyakit sosial 3H, yaitu hurried, hostile, humourless
Bahan Obrolan (Dengan Diri Sendiri), Bookmate
non-fiksi, Bambang Rahmantyo
Bambang Rahmantyo
non-fiksi
  • 10
  • 24
Timbuctoo, thebookishome
thebookishome
Timbuctoo
  • 227
  • 20
LISA'S, angelinalplisa
angelinalplisa
LISA'S
  • 58
  • 4
Eco-bookshelf, b7530658848
b7530658848
Eco-bookshelf
  • 29
  • 2
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)