Komaruddin Hidayat

Psikologi Kebahagiaan

“Jika seseorang mengidentikkan ‘aku’-nya dengan wujud materi maka bersiaplah ia untuk kecewa dan babak belur. Ketika orang lain memuji mobilnya, ia akan merasa ikut terpuji. Namun ketika mobilnya tabrakan dan penyok-penyok, dirinya pun ikut merasa hancur dan penyok-penyok. Mobil dan dirinya seolah sudah menyatu.”

Itulah ilustrasi tentang rapuhnya identitas-materiil ketika tidak disangga oleh pola pikir bahagia. Ya, pola pikir. Bukan sekadar pengetahuan tentang kebahagiaan yang mudah terlupakan. Poin pola pikir bahagia itu antara lain:

• Sayangi hati (jiwa rabbani), sumber syukur dan cinta kepada Tuhan yang akan selalu membuahkan gairah hidup, daya tahan, dan harapan. Kekuatan inilah yang akan mengalahkan berbagai fluktuasi hidup, sehingga hal-hal fisik sama sekali tidak mempengaruhi kebahagiaan diri.

• Rawat dan sayangi anugerah tubuh, dengan makanan halal dan baik secara medis, sehingga ia mampu menyangga dan mendukung kesehatan jiwa-jiwa yang bertumbuh kembang di dalamnya.

Inilah buah pengalaman dan renungan Mas Komar—panggilan akrab Prof. Dr. Komaruddin Hidayat—tentang identitas diri sejati anak manusia, tentang virus-virus yang merusak kebahagiaan, dan akhirnya tentang pola pikir bahagia.
181 halaman cetak
Pemilik hak cipta
Mizan

Kesan

    MarioDeSugandamembagikan kesan2 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca

    Buku yang layak untuk dibaca memberikan pembelajaran tentang kebahagiaan dan makna hidup dalam sudut pandang psikologi

    Bembeng Bankmembagikan kesan2 tahun yang lalu

    Sangat mendalam merasuk ke dalam jiwa...

    Yosephin Zalukhumembagikan kesan2 tahun yang lalu
    👍Layak dibaca

    Bagus

Kutipan

    b9479067163membuat kutipan5 tahun yang lalu
    Pengantar Haidar Bagir
    Aku mati sebagai mineral dan menjelma
    menjadi tumbuhan
    Aku mati sebagai tumbuhan dan menjelma
    menjadi hewan
    Aku mati sebagai hewan dan menjelma
    menjadi manusia
    Lalu, mengapa aku harus takut berakhir pada kematian?

    Maut tak pernah mengurangi sesuatu
    dian pratiwimembuat kutipantahun lalu
    Demikianlah, dialektika antara kepastian dan kebebasan perilaku manusia sering diibaratkan sebagai permainan catur. Dalam bermain catur akan dijumpai aturan gerak dan arah yang tidak bisa ditawar, walaupun diikuti. Namun, di sana tetap tersedia ruang kebebasan untuk bermanuver, apa dan siapa yang mau digerakkan
    Okimembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Karena sesungguhnya, kebahagiaan terletak dalam ketenangan jiwa, bukan pada benda-benda, kekuasaan, atau popularitas di luarnya yang menjadi barang buruan jiwa angkara murkanya.

Di rak buku

    Bambang Rahmantyo
    non-fiksi
    • 10
    • 39
    thebookishome
    Timbuctoo
    • 229
    • 24
    b7268421303
    Ilmu pengetahuan
    • 47
    • 9
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)