Kutipan dari “Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia” oleh Agus Noor

S
Smembuat kutipan3 tahun yang lalu
Hidup yang selalu dipenuhi kebahagiaan ternyata bisa membosankan juga.
TAKDIR memang selalu punya cara yang tak terduga agar selalu tampak mengejutkan.
Permen akan selalu mengingatkanmu bahwa hidup ini manis dan patut kamu nikmati,” kata mamanya. “Karenanya kamu harus bersyukur bila hidup memberimu nasib yang manis, penuh warna, dan menyenangkan seperti permen.”
Di luar sana, senja telah benar-benar raib.
“Buat apa mereka sekolah? Entar malah jadi kaya,” katanya. “Kalau mereka tetap miskin, malah banyak gunanya, kan? Biar ada yang terus berdesak-desakan dan saling injak setiap kali ada pembagian beras dan sumbangan. Biar ada yang terus bisa ditipu setiap menjelang pemilu. Kau tahu, itulah sebabnya, kenapa di negeri ini orang miskin terus dikembangbiakkan dan dibudidayakan.
Banyak kisah disembunyikan kota, tetapi kita tak tahu maknanya. Apa pentingnya semua itu bagi kita?
Tak ada yang bisa menghapus kesedihan bukan? Bahkan, ketika kesedihan itu telah
manusia diciptakan dari kesedihan.”
Begitulah, Nak, sebermula permen muncul di dunia manusia. Ia manis dan lembut karena dipakai sebagai bantal para peri. Tapi ia juga bisa membuat gigi-gigimu rusak dan mulutmu bengkak karena ia dibawa oleh nenek sihir jahat.” Neal mengingat itu sebagai sebuah nasihat agar jangan terlalu berlebihan menikmati apa pun. Karena yang manis pun bisa membuat sakit dan menderita
seminggu sebelum ia melahirkan Iza, ia bermimpi puluhan peri mungil mendatangi kamarnya, dan menjatuhkan biji-bijian permen ke dalam keranjang bayi. Mimpi yang selalu ia percaya sebagai isyarat baik.
bunga keabadian yang tumbuh dari duka abadi.
Benarkah masih ada keindahan yang begitu menakjubkan di tengah dunia yang telah berubah menjadi tempat pembantaian?
Para pelancong menyukai kota kami karena kota kami dibangun untuk menanti keruntuhan. Banyak kota dibangun dengan gagasan untuk sebuah keabadian, tetapi tidak dengan kota kami. Kota kami berdiri di atas lempengan bumi yang selalu bergeser.
Pada mulanya adalah sebutir air mata.
Rasanya, ia kini mulai dapat memahami, kenapa seorang pengarang bisa begitu terobsesi pada senja dan ingin memotongnya menjadi kartu pos buat pacarnya.

Jujur lumayan bangga bisa nangkep referensi ini walaupun mungkin umum buat orang lain. ???? Misi membaca lebih banyak karya lokal mulai berbuah.

Maneka,
Kamu tidak akan pernah mengira.
Aku berada di sebuah negara,
yang tidak ada di dunia.
“Permen akan selalu mengingatkanmu bahwa hidup ini manis dan patut kamu nikmati,”
Seseorang akan benar-benar menikmati pengembaraan ketika ia telah benar-benar terbebas dari bayangan pulang
Apakah memang mesti ada alasan untuk sebuah kepergian?
Karena yang manis pun bisa membuat sakit dan menderita.
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)