Apa Artinya 'Menjadi Indonesia'?

Andhyta F. Utami
Andhyta F. Utami
5Buku
Sebelum berpindah secara semi-permanen ke negara lain, pertanyaan ini tidak pernah muncul di benak saya. Tapi belakangan, sebagai mahasiswa di AS yang mendengar berita tentang intoleransi di rumah, saya terdorong untuk mengenal ibu pertiwi lebih dekat. Buku-buku ini telah menjadi 'alat selam' saya.
Mochtar Lubis adalah salah satu jurnalis/novelis terbaik Indonesia. Buku ini adalah versi tulisan dari pidato kebudayaan yang beliau sampaikan beberapa puluh tahun lalu. Karena saduran dari bahasa lisan, isinya sangat menarik dan terlihat sekali gaya lugas beliau dalam membahas perilaku-perilaku bangsa Indonesia yang tidak melulu membanggakan. Meskipun beberapa sepertinya stereotipikal dan semakin jarang kita temui hari ini (feodal, munafik, etc.), ada baiknya membaca dan merenungkan apakah benar bangsa kita berperilaku seperti itu, dan bagaimana cara untuk maju sebagai bangsa yang lebih baik.
Saya memang sudah senang membaca tulisan-tulisan Goenawan Mohamad terutama yang berkaitan dengan bahasa di Majalah Tempo. Karena itu saya beli koleksi esai ini beberapa tahun lalu (sepertinya sekitar tahun 2010?), dan makanya sekarang agak lupa kebanyakan isinya. Meski demikian, saya masih sangat ingat bagaimana tulisan ini mempertanyakan konsep identitas dan apa yang membuat seorang Indonesia, Indonesia. Mudah-mudahan bisa dibaca ulang dalam waktu dekat!
Indonesia Proses, Goenawan Mohamad
Sejak mulai menjadi mahasiswa dulu, saya sangat tertarik dengan filsafat—lalu berkenalan dengan banyak pemikir-pemikir hebat dari Eropa. Lalu saya bertanya, siapa ya di Indonesia yang bisa kita sebut sebagai filsuf? Pastinya para pendiri bangsa, karena mereka harus memikirkan bentuk negara seperti apa yang memungkinkan bangsa semajemuk Indonesia. Salah satunya, belakangan saya ketahui, adalah Tan Malaka.

Meskipun belum sempat membaca buku ini, saya sudah membaca sebagian tulisan Tan Malaka yang berjudul Madilog alias Materialisme, Dialektika, dan Logika), yang menurut beliau adalah metode berpikir berdasarkan fakta yang sesuai dengan akar kebudayaan Indonesia. Di situ kelihatan sekali bahwa beliau adalah pemikir yang apik.

Konon Muhammad Yamin menyebut Tan Malaka sebagai Bapak Republik Indonesia yang sesungguhnya. Tapi ceritanya cukup misterius karena kurang sering didengar. Sepertinya buku ini bisa jadi pengantar bagus tentang kehidupan Tan Malaka, dan karenanya saya penasaran membacanya.
Buku ini memperlakukan Indonesia (dan karena itu 'sejarah Indonesia') bukan sebagai negara formal yang berdiri sejak tahun 1945, melainkan sebagai kepulauan yang sudah ada di Asia Tenggara sejak ribuan tahun lalu. Sesuai janji di judulnya, buku ini mengemas dengan ringkas beragam proses politik dan sosial yang berevolusi di Indonesia sejak prasejarah sampai ke akhir rezim Soeharto dan terjadinya Tsunami di tahun 2004 (saya baru berumur 12 tahun).

Meskipun Tim Hannigan (penulisnya), memaksudkan buku ini untuk menjadi semacam buku yang dibeli pengunjung asing di bandara untuk memahami negara Indonesia dengan singkat, A Brief History of Indonesia sebenarnya mencakup berbagai detil yang pelajaran sejarah di Sekolah Dasar kita dulu yang sangat-sangat terbatas dan bias.

Saya rekomendasikan buku ini untuk teman-teman yang ingin mengetahui sejarah negaranya lebih dalam!
Nggak, saya nggak bisa bicara ataupun baca dalam bahasa Belanda :)) Buku yang sama saya baca dalam bahasa Inggris dengan judul 'Indonesia, Etc.', alias 'Indonesia Dll.'—buku yang sudah menggoda dari sejak tajuk. Kenapa 'Indonesia Dll.'? Karena teks proklamasi kita bilang, "Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan *dan lain lain*..."

Singkatnya, buku ini mengajak kita untuk kenal lebih dalam tentang Indonesia yang 'tidak cuma Jawa' dan memahami aspek kultural, sosial, dan politik dari negara kita. Buku ini menarik bukan hanya karena Elizabeth Pisani penulis yang handal, tapi juga formatnya yang berupa memoar perjalanan, menangkap berbagai detil dengan seksama. Saya suka sekali bab di mana Pisani membahas tentang pendekatan yang Soeharto gunakan dalam membangun 'identitas Indonesia' dan membangun perekonomian saat itu (i.e. dengan menggunakan kekuatan satelit dan televisi).

Sangat cocok untuk dibaca dalam perjalanan (meskipun fisik bukunya cukup tebal sehingga tidak ergonomis), terutama karena memperkuat romantisasi melihat Indonesia dari atas pesawat terbang.
bookmate icon
Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku
Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)