Tere Liye

Matahari

Beri tahu saya ketika buku ditambahkan
Untuk membaca buku ini unggah file EPUB atau FB2 ke Bookmate. Bagaimana cara mengunggah buku?
    Ezra Septianmembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Tuan Muda Ali eksentrik, ah, kalian pasti tahu, dia pintar sekali. Saya tidak pernah melihat anak segenius Tuan Muda. Tapi dia tidak mudah ditebak suasana hatinya. Dia juga tidak mudah diatur, termasuk soal sekolah. Kapan pun dia tidak mau masuk, tidak ada yang bisa membujuknya sekolah. Tuan Muda hanya patuh kepada Nyonya, yang lebih sering berada di luar kota
    Ragil Rhamadanmembuat kutipantahun lalu
    Itu karena kita tidak pernah mau menyadarinya. Kita selalu melihat ke atas, memandang langit, wow, betapa luas dan tingginya langit.
    Ragil Rhamadanmembuat kutipantahun lalu
    Sesuatu akan bertahan lebih lama saat diwariskan lewat buku, dituliskan.
    Ragil Rhamadanmembuat kutipantahun lalu
    Kalian pernah melihat peta dunia." Silakan geser benua Afrika dan benua Amerika hingga saling mendekat, maka dua benua itu akan menempel cocok satu sama lain, karena memang jutaan tahun lalu, dua benua tersebut menyatu.
    Ragil Rhamadanmembuat kutipantahun lalu
    "Tanah hanya bagian sangat kecil di bumi, Seli. Hanya kulit luar. Karena kita melihatnya di setiap permukaan bumi, bukan berarti seluruh bumi terbuat dari tanah."
    Linda Wellikinmembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Hidup ini adalah petualangan, Ali. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualang yang melakukan hal terbaik
    b8581386082membuat kutipan2 bulan yang lalu
    Ali menyikutku. Aku menoleh. Kami saling menatap.
    Ali menyeringai, mengangkat pemukul kastinya. "Baiklah. Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Ra. Apa pun keputusanmu, aku setuju."
    Cookiesmembuat kutipan5 bulan yang lalu
    Aku hampir menangis menatap wajah Seli
    b4210760017membuat kutipan8 bulan yang lalu
    sekaligus dalam sebuah teknik
    Putra Sywalmembuat kutipan8 bulan yang lalu
    lewat sentuhan tangan, mengenali pemiliknya. Kenapa bentukku seperti buku? Karena itu simbol pengetahuan dan keabadian. Sesuatu akan bertahan lebih lama saat diwariskan lewat buku, dituliskan.

    "Anak muda itu menyegel informasi penting di dalam buku ini, agar catatan itu menjadi pelajaran penting bagi yang mewarisinya. Yang kalaupun peradaban hancur lebur, terputus dengan masa lalu, tidak ada yang lagi mengetahuinya, sang pewaris tetap bisa belajar banyak. Itulah guna Buku Kehidupan, selain berfungsi untuk membuka portal antarklan serta ruangan-ruangan lain yang pernah ditemukan. Aku bertugas menyimpan catatan generasi berikutnya."
    Putra Sywalmembuat kutipan8 bulan yang lalu
    "Izinkan orang tua ini memeriksa sesuatu, Raib." Faar lembut memegang lenganku. Selarik cahaya terang mengalir dari tangan Faar, menyelimuti tubuhku.
    Putra Sywalmembuat kutipan8 bulan yang lalu
    Aku memperkenalkan diri dengan cepat. Juga menceritakan secara singkat kejadian di lembah milik Faar, juga peristiwa saat kapal induk bersiap mendarat.
    Putra Sywalmembuat kutipan8 bulan yang lalu
    "Kamu..." Faar menatapku seperti tidak percaya. "Wahai, kamu bisa melakukan sentuhan itu, Raib?"
    Putra Sywalmembuat kutipan8 bulan yang lalu
    "Kalian datang dari klan mana? Klan Bulan? Acau Klan Matahari?" Marsekal Laar bertanya.

    "Mereka datang dari tiga klan sekaligus," Faar yang menjawab.
    b4210760017membuat kutipan8 bulan yang lalu
    meter aku bergerak, mengejar
    dadiayulmembuat kutipan9 bulan yang lalu
    Bersambung ke buku keempat, BINTANG.
    Farisa Ulfamembuat kutipan9 bulan yang lalu
    "Mereka menanam reflektor cahaya di dinding-dinding ruangan, juga di menara-menara, atap-atap bangunan. Saat kita masuk, cahaya lampu ILY mengenai reflektor, yang kemudian saling memantulkan ribuan kali dengan perhitungan yang rumit, membuat pencahayaan alami. Itulah kenapa ruangan ini remang, tidak gelap. Jika mereka menembakkan lampu yang lebih terang dan reflektor tidak ditutupi debu tebal, ruangan ini bisa seterang permukaan bumi, seolah ada matahari."
    b8698487873membuat kutipan9 bulan yang lalu
    AKU dan Seli sudah beberapa kali mengunjungi rumah Ali. Rumah besar dua lantai dengan puluhan daun jendela. Rumah itu memiliki arsitektur kuno, berupa tiang-tiang tinggi seperti zaman Yunani dengan atap melengkung laksana kastel. Halaman rumahnya sangat luas, taman-taman bunga tertata rapi, juga hutan buatan dengan sungai-sungai kecil. Aku tidak bergurau. Rumah Ali memang punya hutan buatan. Seperti halnya kegeniusan Ali, murid-murid sekolah kami tidak banyak yang tahu bahwa Ali datang dari keluarga superkaya-bukan hanya kaya. Orangtuanya adalah pemilik perusahaan kapal kontainer di kota kami. Ali anak tunggal, dengan orangtua yang sibuk bekerja.
    Naufal Trisnandamembuat kutipan10 bulan yang lalu
    Hidup ini adalah petualangan, Ali. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualang yang melakukan hal terbaik.'
    Naufal Trisnandamembuat kutipan10 bulan yang lalu
    akan selalu ada jalan keluar sepanjang kita terus berpikir positif...."
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)