Buku
Rachma Fitriati

Menguak daya saing UMKM industri kreatif: sebuah riset tindakan berbasis soft systems methodology

Selama ini, daya saing UMKM cenderung berfokus pada satu tataran tertentu saja, padahal UMKM adalah sektor riil yang paling berpotensi dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan memberikan efek berantai bagi masyarakat sekitarnya. Terlebih, sejak diperkenalkannya nomenklatur Industri Kreatif pada UMKM. Tema UMKM dan Industri Kreatif bahkan telah menjadi primadona jargon kampanye para kepala daerah.
Pendekatan system linear, sudah tidak mampu lagi menjawab dinamika permasalahan UMKM yang demikian kompleks dan problematis, yang membutuhkan pendekatan multidisiplin, interdisiplin bahkan transdisiplin. UMKM Industri Kreatif adalah suatu entitas yang kompleks, problematik, misterius, dan bersifat soft ill structured. Dalam konteks dinamika pada UMKM Industri Kreatif,
misalnya, sistem yang ada merupakan serba sistem aktivitas manusia (human activity systems) yang terjadi pada aktor pemangku kepentingan UMKM secara keseluruhan. Alasan inilah yang melandasi, pendekatan riset tindakan berbasis soft systems methodology merupakan pendekatan yang tepat dalam menjawab pertanyaan mengapa belum adanya daya saing UMKM Industri Kreatif di suatu daerah. Padahal, saat ini pemerintah pusat tengah gencar-gencarnya mendorong program kemandirian bagi wirausaha pelaku UMKM Industri Kreatif dan program
One Village One Product.
Buku ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para pembuat dan pengambil kebijakan, serta penggiat dan praktisi, untuk memaknai suatu program pembangunan sebagai agenda bersama. Khusus bagi pemangku kepentingan UMKM, Asosiasi UMKM, dan Pemerintah Daerah di kota/kabupaten lainnya di Indonesia, kiranya perlu mengkedepankan keberhasilan daya saing UMKM Industri Kreatif (institutional framework based competitiveness) ternyata berada pada tiga tingkat kerangka kelembagaan (three-tiered Institutional Frameworks)—yaitu tataran regulasi, struktur tata kelola dan institusi informal yang berisi norma, budaya, nilai, dan keterlekatan. Rekonstruksi daya saing UMKM pada tiga tataran kelembagaan—pemerintah daerah dan DPRD (makro), asosiasi (meso), serta komunitas dan pelaku usaha (mikro), memperlihatkan tentang arti pentingnya interkonektivitas (interconnectivity) dan penjararan (alignment) pada tiga tataran kelembagaan tersebut.
349 halaman cetak
Sudahkah Anda membacanya? Bagaimanakah menurut Anda?
👍👎

Di rak buku

    AnNisa AnNisa
    Annisa
    • 1
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)