Diskursus, Kekuasaan, dan Praktik Kemiskinan di Pedesaan,
Buku

Diskursus, Kekuasaan, dan Praktik Kemiskinan di Pedesaan

Baca
428 halaman cetak
Buku ini sangat tepat untuk kita baca dan pahami, untuk kemudian menyadari atas implikasi dan komplikasi sosial, ekonomi, dan politik apa saja yang menyertai persoalan-persoalan kemiskinan yang berjalan selama ini baik di tataran kekuasaan maupun praktik nyata di kehidupan masyarakat.

Prof. Dr. Endriatmo Soetarto,
Guru Besar Institut Pertanian Bogor

Sebentuk kemiskinan tidak sekedar bersifat multidimensi, namun kemiskinan-kemiskinan itu sendiri memang majemuk. Beragam diskursus kemiskinan ini hidup bersama, namun beroperasi dan menggunakan benda-benda secara berbeda-beda.

Perang antardiskursus kemiskinan tak terhindarkan, dan kini dikuasai pengetahuan bahwa tubuh miskin tidak mampu berproduksi. Namun,pada saat bersamaan berkembang diskursus kemiskinan lain yang beroperasi hanya pada tubuh suku terasing. Sementara itu penganut diskursus sosialis mengolah tubuh miskin beraksi melawan tubuh kaya. Diskursus potensi tubuh miskin menjalin solidaritas dengan tubuh aktivis. Adapun warga desa sendiri menyembunyikan tubuh miskin tetangganya melalui diskursus berbagi kelebihan barang. Tidak ketinggalan elite sebenarnya menganut diskursus yang membatasi tubuh hingga menjadi wadah karamah dan kesakitan.
Kesan
Tambahkan ke rak
Baca
0Pembaca
1Rak buku
0Kesan
0Kutipan

Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku

Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.

Selalu ada yang dibaca, setiap saat

Teman, editor, dan pakar dapat membantu Anda menemukan buku baru dan menarik.

Baca kapan saja, di mana saja

Ponsel selalu ada bersama Anda, begitu juga buku Anda – meskipun Anda sedang offline.

Bookmate – aplikasi yang membuat Anda ingin membaca

Kesan

👍
👎
💧
🐼
💤
💩
💀
🙈
🔮
💡
🎯
💞
🌴
🚀
😄

Bagaimana pendapat Anda tentang buku ini?

Masuk atau Daftar
Buku untuk perpus, Simon Kemper
Simon Kemper
Buku untuk perpus
  • 51
  • 1
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)