Kutipan dari “Sepatu Dahlan” oleh Khrisna Pabichara

Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya.”
—Dahlan Iska
setiap orang berhak atas keberhasilan dalam hidupnya. Tidak peduli dia lahir dari keluarga miskin.”
—Andy F. Noya,
Kemiskinan yang dijalani dengan tepat akan mematangkan jiwa'
harga diri itu sederhana, berpangkal pada falsafah sangkang paraning dumadi—dari mana kita berasal dan akan ke mana kita berakhir
“Ojo kepingin sugih, lan ojo wedi mlarat.”
Hidup memang seperti roda, dan sekarang aku sedang menanjak.
Sungguh, tak ada kegembiraan melebihi senyum Ibu.
rezeki bukanlah seperti hujan yang akan ditumpahkan Tuhan begitu saja. Aku harus mencari sendiri rezeki itu, harus!
Kita harus rajin membaca sejarah, menoleh ke masa lalu, sebab dari sana kita bisa becermin agar lebih bijaksana di masa datang.
“Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya.”
—Dahlan Iskan
sebab kayu akan padam sendiri ketika seluruh bagiannya termakan api

Amarahpun ada masanya

Janji hari ini akan berbeda keesokan harinya, apalagi yang bertahun-tahun.
Banyak di antara kita, saat ini, tahu agama dari kulitnya saja, dan gagal menyelam lebih dalam untuk mencari makna ajaran agama yang tersirat. Sekarang, kita begitu mudah menuduh orang lain salah dan hanya kita yang benar. Setiap ada yang berbeda paham, dengan gampang kita menuding mereka murtad, ingkar, kafir, atau sesat.
Aku ceritakan kesedihanku kepada sungai agar sungai mengajariku bagaimana mengalir tanpa sedikit pun mengeluh.
sumber bening ora bakal nggolek timbo.
Sumber inspirasi—Dahlan Iskan dan Ahmad Zainuddin
“Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya.”
—Dahlan Iskan
Sangat sulit menghentikan langkah orang yang berjalan tanpa tujuan. Seperti itulah aku saat ini. Tak tahu akan ke mana, tak sadar harus berbuat apa.
Sungguh aneh, manusia ditakar dari harta benda yang mereka miliki, tapi itulah kenyataannya.
Tuhan, terserah Engkau sajalah!
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)