Kutipan dari “Dahulukan Akhlak Di Atas Fiqih” oleh Jalaluddin Rakhmat

b7446817432
b7446817432membuat kutipan4 tahun yang lalu
Engkau mendekatkan mereka yang saling menjauh.” Kepada yang kedua, beliau berkata, “Maukah kalian aku beri tahu amal yang lebih utama dari derajat puasa, shalat, dan sedekah? Mendamaikan orang-orang yang bertengkar” (Lihat Tafsir Al-Durr Al-Mantsur 2: 684-5, ketika menafsirkan ayat Al-Nisâ’ [4]: 114).
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
“Mengapa kalian lakukan yang haram untuk mempertahankan yang sunat?”
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Tidakkah itu membuat kebenaran menjadi relatif? Tidak, kebenaran itu satu. Kebenaran dari Tuhanmu. Janganlah kamu termasuk orang yang ragu-ragu (QS Al-Baqarah [2]: 147).4Tapi ketahuilah, kebenaran muncul dalam wajah yang berlainan. Pada pertemuan Gus Dur dan Mas Amien, yang harus kita lihat bukan saja dua wajah kebenaran, tetapi juga kehadiran kembali gerakan al-mushawwibûn. Hidup al-mushawwibûn!
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Apakah semua mujtahid benar atau hanya ada seorang saja di antara mereka yang benar?
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
ucapan Abu Hanifah, “Ucapan kami ini hanyalah pendapat. Inilah yang terbaik yang dapat kami capai. Jika ada orang yang datang dengan pendapat yang lebih baik daripada kami, ia yang paling dekat dengan kebenaran ketimbang kami.” Dalam riwayat lain, Abu Hanifah berkata, “Apa yang menjadi pegangan kami ini hanyalah pendapat. Kami tidak akan memaksakan seorang pun untuk mengikutinya. Kami tidak berkata: Wajib orang menerimanya dengan terpaksa. Jika ia punya pendapat yang lebih baik, berikan kepada kami” (Al-Khathib, Târîkh Al-Baghdâdî 13: 352).
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Seperti Luthfi Asysyaukani, aku percaya bahwa, bahkan dalam opini yang sepintas tampak bertentangan dengan pendapat kita, selalu ada peluang kebenaran yang bisa kita pungut.
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
seperti Imam Ghazali ketika mengatakan bahwa, sebelum berhak mengkritik, kita harus berupaya untuk bisa memahami pendapat yang akan kita kritik itu seperti pemahaman para penganutnya.
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Aku akan berusaha sebisanya untuk memberi mereka the benefits of a doubt, sambil berupaya menerapkan kebijakan bahwa pendapatku (aku yakini sebagai) benar, tapi memiliki peluang untuk salah, dan pendapat orang lain (aku yakini) sebagai salah, tapi memiliki peluang untuk benar;
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Mazhab kami benar, tetapi mengandung kekeliruan. Dan mazhab selain kami keliru, tetapi mengandung kebenaran.

—Ibn Hajar Al-Haitami
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Ia mendahulukan fiqihnya ketimbang mematuhi sabda Nabi Saw., “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tetangganya.”10
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Imam Malik berkata, “Ketika AlManshur berhaji, ia mengundang aku ke tempatnya. Terjadilah tanya jawab antara aku dan dia. Ia berkata: Aku bermaksud untuk menurunkan perintah agar buku yang Anda tulis ini—yakni Al-Muwaththa’—disalin menjadi banyak naskah. Lalu, setiap naskah aku kirimkan ke setiap negeri. Aku akan memerintahkan setiap hakim di negeri itu beramal dengan kitab Anda. Fa man khalafa dharabtu ‘unuqah. Siapa yang menentang, aku potong lehernya.”

“Aku berkata kepadanya: Ya Amir AlMukminin, jangan lakukan hal seperti itu. Kepada setiap masyarakat sudah berlaku berbagai pendapat, mereka telah mendengar hadishadis, mereka telah menyampaikan riwayatriwayat. Setiap kaum telah mengambil dari para pendahulunya dan sudah beramal berdasarkan itu. Jika Anda mengubahnya dari apa yang mereka ketahui kepada apa yang tidak mereka ketahui, mereka akan menganggapnya sebagai kekafiran. Biarlah setiap negeri berpegang kepada ilmu yang ada pada mereka. Jika Anda mau mengambil ilmu ini, ambillah untuk dirimu saja. Para sahabat Rasulullah Saw. telah berikhtilaf pada halhal yang furû’ dan tersebar di berbagai penjuru. Semuanya benar. AlManshur berkata: Jika Anda menyetujuinya, sungguh aku akan memerintahkannya” (Thabaqât Ibn Sa‘ad, h. 440; Taqdimah Al-Jarh wa Al-Ta‘dîl 29).
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Aku bertanya lagi kepada mahasiswaku, “Apakah para sahabat dan orang setelah mereka berikhtilaf atau tidak?” Ia menjawab, “Mereka berikhtilaf.” Aku bertanya lagi, “Apakah akal kita berbedabeda?” Ia menjawab, “Iya, benar.” Kataku, “Dan apakah ikhtilaf terjadi karena di dalam kehidupan dan masyarakat manusia ada yang menyebabkan terjadinya ikhtilaf?” Ia berkata, “Terjadi karena apaapa yang menyebabkan ikhtilaf.” Aku berkata, “Karena itu, berusaha mempersatukan mazhab dan memaksa manusia mengikuti satu mazhab saja adalah kegilaan atau kesesatan!” (Muhammad ‘Awwamah, Adab Al-Ikhtilâf, hh. 2324).
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan6 bulan yang lalu
Dahulu, ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz berkeinginan untuk mempersatukan semua negeri di bawah pemerintahannya dalam satu mazhab. Tetapi ia segera mengetahui bahwa dalam setiap negeri sudah berlangsung tradisi fiqih yang berbeda. Mereka mewarisinya dari para sahabat terdahulu. Para sahabat Nabi Saw. yang datang di Syam membawa fatwa fiqih yang berbeda dengan mereka yang datang ke Mesir dan Kufah; dan berbeda pula dari para sahabat yang tinggal di Makkah dan Madinah. Akhirnya, ‘Umar membiarkan setiap negeri mengikuti ulama di negerinya masingmasing (lihat Târîkh Abû Zar‘ah Al-Dimasyqî 1: 202).
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan7 bulan yang lalu
Ketika sampai kepada ‘Umar ibn Abdul ‘Aziz berita tentang ikhtilaf di antara para sahabat, yang berakibat parah pada ikhtilaf para ulama pada zamannya, dia berkata, “Justru aku tidak suka kalau para sahabat tidak berikhtilaf. Sekiranya pendapat mereka itu satu saja, manusia akan berada dalam kesempitan. Mereka adalah para imam yang harus diikuti. Jika orang boleh memilih salah satu di antara pendapat mereka, pastilah agama akan memberikan keluasan.” (Ibn ‘Abd Al-Birr, Jami’ Bayan Al-‘Ilm wa Fadhlih, 2: 59)
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan7 bulan yang lalu
Bagian Pertama buku ini menjelaskan dasar-dasar pendapat saya pada fatwa para sahabat dan fuqaha imam mazhab. Mereka adalah ahli-ahli fiqih yang membahas fiqih secara akademis dan mendahulukan akhlak secara sosial. Mereka adalah para pendahulu paradigma akhlak
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan7 bulan yang lalu
Bersama Ibrahim a.s., saya ingin mengantarkan doa ini dengan seluruh jeritan hati, Tuhanku, anugerahkan pengetahuan kepadaku. Gabungkan aku dengan orang-orang yang saleh. Berikan kepadaku kemampuan untuk meninggalkan kenangan indah—lisâna shidqin—bagi generasi sepeninggalku (QS Al-Syu‘arâ’ [26]: 83-84).
Rusliana Z
Rusliana Zmembuat kutipan7 bulan yang lalu
kepada Abu Ayyub Al-Anshari dan Abu Al-Darda. Kepada yang pertama, Nabi Saw. bersabda, “Hai Abu Ayyub, maukah kamu aku tunjukkan sedekah yang membuat Allah dan Rasul-Nya ridha? Engkau mendamaikan di antara manusia ketika mereka saling menyerang. Engkau mendekatkan mereka yang saling menjauh.” Kepada yang kedua, beliau berkata, “Maukah kalian aku beri tahu amal yang lebih utama dari derajat puasa, shalat, dan sedekah? Mendamaikan orang-orang yang bertengkar”
agungwardoyo
agungwardoyomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Tinggalkan Fiqih demi Persaudaraan

Karena berbagai mazhab itu kita pandang benar, kita tidak akan sulit untuk meninggalkan fiqih kita demi menjaga persaudaraan di antara kaum Muslim. Jadi, bolehlah Anda menganggap pendapat Anda atau seseorang lebih kuat daripada yang lain. Yakinilah itu dalam diri Anda. Itulah pendapat yang lebih Anda sukai. Tetapi, ketika Anda mengamalkannya, ikutilah yang lazim di tengahtengah masyarakat. Belajarlah dari teladan para sahabat Nabi Saw. yang mulia.
agungwardoyo
agungwardoyomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Dua orang sahabat berjalan di padang pasir. Ketika masuk waktu zuhur, air tidak ada. Mereka bertayamum dan melakukan shalat. Belum jauh berjalan, dan waktu zuhur belum berganti, mereka menemukan air. Salah seorang di antara mereka berwudhu dan mengulang shalatnya. Kawannya, karena merasa sudah melakukannya, bergeming. Ketika keduanya sampai kepada Nabi Saw., beliau berkata kepada orang yang tidak mengulangi shalatnya: Ashabta al-sunnah! Kamu sudah benar menjalankan Sunnah. Cukuplah shalat yang sudah kamu lakukan. Kepada orang yang melakukan shalat sekali lagi, beliau bersabda: Fa laka alajru marratain. Bagimu pahala dua kali. (Nail Al-Authar, hadis 365, 1: 330)2
agungwardoyo
agungwardoyomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Tulisan ini akan panjang sekali, jika kita mengutip pendapat para imam dan fuqaha sepanjang sejarah yang mendukung paradigma akhlak. Menarik bahwa para imam ahli fiqih bersikap dan berperilaku berdasarkan paradigma akhlak. Sebelum kita melanjutkan diskusi kita, saya mohon Anda memperhatikan daftar pernyataan di bawah ini:
1. Saya yakin pendapat saya benar, tetapi pendapat orang lain pun mungkin benar juga.
2. Hanya pendapat saya yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah.
3. Selama berdasarkan Al-Quran dan Sunnah, perbedaan pendapat sejauh mana pun dipandang benar.
4. Saya risau jika melihat ada cara ibadah orang yang keliru menurut keyakinan yang saya anut.
5. Perbedaan paham tidak dapat dihindarkan karena kita punya latar belakang sosial dan kultural yang berbeda.
6. Saya sangat sedih karena kebanyakan orang menjalankan agamanya tanpa didasarkan pada keterangan dari Al-Quran dan Sunnah.
7. Saya bersedia menjadi makmum kepada siapa pun tanpa mempedulikan mazhabnya.
8. Selama semua pihak setia pada Al-Quran dan Sunnah yang sahih, umat Islam tidak akan mengalami perpecahan.
9. Saya akan menghormati siapa pun yang bagus akhlaknya tan-pa mempersoalkan mazhabnya.
10. Saya berusaha menghindari shalat berjamaah bersama ahli bid‘ah atau orang-orang yang mazhabnya berbeda denganku.
Jika Anda menyatakan “setuju” pada pernyataan dengan nomor ganjil, dan “tidak setuju” dengan pernyataan dengan nomor genap, Anda termasuk penganut paradigma akhlak. Paling tidak ada tiga ciri utamanya: kebenaran jamak, meninggalkan fiqih de-mi persaudaraan, ikhtilaf sebagai peluang untuk kemudahan, dan kesalehan diukur dari akhlak.
bookmate icon
Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku
Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)