Emha Ainun Nadjib

Arus Bawah

Badrul Ulamembuat kutipan5 tahun yang lalu
sampai kapan bisa bertahan begitu? Gareng tidak terlalu bahagia menyaksikan rakitan-rakitan kebahagiaan yang amat bersifat darurat seperti itu. Kalau warga Karang Kedempel sibuk saja terus dengan halusinasi-halusinasi subjektif, pada suatu hari mereka tak akan lagi menemukan secuil ruang pun untuk meneruskannya. Pada suatu hari lautan akan sungguh-sungguh meluap dahsyat dan membanjiri secara lebih total. Pada suatu hari seluruh tanah Karang Kedempel akan menjadi gunung yang meletus. Pada suatu kegelapan tidak menyisakan sepetak ruang pun bagi cahaya.
Jefri Deniawanmembuat kutipan5 tahun yang lalu
Rakyat itu lebih besar daripada segala desa. Rakyat lebih perkasa dibanding semua peran sejarah yang lain. Rakyat lebih agung dan arif dibanding segala tingkat peroleh ilmu kaum cendekia. Rakyat sanggup hidup tanpa penguasa, tetapi tak sebiji penguasa pun yang pernah sanggup hidup tanpa rakyat.
Darwis Darwismembuat kutipan3 tahun yang lalu
Orang yang kehilangan, setidaknya akan ingat bahwa ia kehilangan. Tetapi, kalau terlalu lama ia kehilangan sesuatu, akhirnya yang hilang tidak hanya sesuatu itu, tetapi juga rasa kehilangan itu sendiri.
Muchrim Jabirmembuat kutipan5 tahun yang lalu
mereka sanggup menangis dengan rasa gembira. Bisa melarat dengan rasa kaya. Atau, terbiasa mengelola rasa sengsara sehingga kebahagiaan amatlah murah harganya. Cukup selembar-dua lembar uang kecil, atau sepiring-dua piring nasi, yang diperlukan untuk memperoleh derajat kebahagiaan yang cukup tinggi.
Sekar Kemuningmembuat kutipan6 tahun yang lalu
Kiai Semar Menghilang, Yatim Piatu Kehidupan
sigmapro13membuat kutipantahun lalu
“Sekasar-kasar bunyi mulut kesengsaraan, masih jauh lebih kasar suara terlembut dari orang yang menciptakan kesengsaraan.”
sigmapro13membuat kutipantahun lalu
Lebih baik hari ini berbuat saja apa yang bisa diperbuat, dan tidak menundanya hingga besok pagi.
Decky Elmandomembuat kutipantahun lalu
Orang yang kehilangan, setidaknya akan ingat bahwa ia kehilangan. Tetapi, kalau terlalu lama ia kehilangan sesuatu, akhirnya yang hilang tidak hanya sesuatu itu, tetapi juga rasa kehilangan itu sendiri.
muhamad ayubmembuat kutipan2 tahun yang lalu
kami berpikir, dianggap subversif. Kalau kami belajar memahami persoalan, diawasi intel. Kalau kami membicarakan kebaikan, dianggap pemberontak. Padahal, telinga kami sudah hampir tuli setiap saat mendengarkan ratusan berita yang mencerminkan bahwa dunia ini makin pincang. Kepala kami pusing oleh kemunafikan yang dibikin megah dan tampak luhur. Oleh kepandaian yang busuk. Oleh kepintaran yang bodoh. Oleh kemajuan yang makin bergantung pada kebergantungan. Oleh Tanam Paksa Kontemporer. Oleh hijrah paksa ratusan atau ribuan keluarga demi bendungan atau pariwisata atau pabrik-pabrik atau listrik dan golongan menengah masyarakat. Atau, oleh mobilisasi budak dan amtenar sejak taman kanak-kanak. Atau, bahkan oleh kata-kata klise sehari-hari, seperti kemiskinan struktural, kontinuasi politik dan ekonomi kolonial, termasuk juga demokrasi pupur atau berita aneh sosialisasi ludruk.
muhamad ayubmembuat kutipan2 tahun yang lalu
Aku diajari oleh kehidupan bahwa terkadang perbuatan menghilangkan adalah suatu bentuk kehadiran yang justru lebih terasa.
ajinarwimembuat kutipan2 tahun yang lalu
Rakyat itu lebih besar daripada segala desa. Rakyat lebih perkasa dibanding semua peran sejarah yang lain. Rakyat lebih agung dan arif dibanding segala tingkat peroleh ilmu kaum cendekia. Rakyat sanggup hidup tanpa penguasa, tetapi tak sebiji penguasa pun yang pernah sanggup hidup tanpa rakyat.
ajinarwimembuat kutipan2 tahun yang lalu
Aku bisa saja memanggil Semar dengan Dul, Prul, Tlup, Drum, atau apa saja, tetapi yang penting bukanlah apa bunyi panggilan itu, melainkan dalam mutu hubungan yang bagaimana bunyi panggilan itu diucapkan. Apa tata nilai, etika, dan sifat hubungan kerja yang berlaku di antara kami. Apakah hubungan antara aku dan Semar adalah hubungan antara dua manusia kekasih, antara dua sahabat karib, antara raja dan abdi, antara majikan dan budak, hubungan cinta-mencintai, hubungan saling memberi pengertian dan manfaat, hubungan memerintah dan diperintah—itu yang terpenting.
Dike Wibowomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Melarat atau kaya itu, kan, bergantung anggapan. Kalau dianggap kaya ya kaya, kalau dianggap melarat ya melarat.”
Dike Wibowomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Makanan enak itu tidak ada. Makanan tidak enak juga tidak ada. Makanan itu, ya, makanan. Enak tidak enak itu letaknya di mulut dan hati orang yang makan.”
Dike Wibowomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Murah sekali harga tertawa, katanya dalam hati. Kenapa orang-orang setengah mati mengumpulkan lembaran uang untuk membiayai tertawa?
Dike Wibowomembuat kutipan2 tahun yang lalu
“Sekasar-kasar bunyi mulut kesengsaraan, masih jauh lebih kasar suara terlembut dari orang yang menciptakan kesengsaraan.”
Dike Wibowomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Orang yang miskin habis hak usianya hanya untuk susah mencari nafkah sekadarnya meskipun mereka makin pandai mencuri hal-hal bersahaja yang bisa menumbuhkan rasa kaya. Sementara itu, orang kaya makin sibuk merasa miskin
Dike Wibowomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Kalau seseorang sejak kecil diberi tahu bahwa yang terasa manis ini namanya garam, lama-lama ia akan percaya
Dike Wibowomembuat kutipan2 tahun yang lalu
sudah amat terbiasa mengalami kehilangan sehingga mereka tak lagi bisa terdera oleh beban semacam itu.
Dike Wibowomembuat kutipan2 tahun yang lalu
Tapi, setinggi-tinggi ilmu manusia, ia hanya bisa hidup sesudah dilantik atau dinobatkan.”
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)