id

Enid Blyton

masa pakai: 11 Agustus 1897 28 November 1968

Kutipan

Misbah Jannahmembuat kutipan2 tahun yang lalu
Kita nikmati saja kesengsaraan kita. sebelum itu kita katakan asyik! Wah
abdurrahmankhairurrijalmembuat kutipantahun lalu
"Bagus sekali wataknya!" kata Jack, sambil mengelus-elus Kiki yang sementara itu sudah bertengger di lututnya.
"Lalu ada lagi kegiatan yang paling dikuasainya," kata Bill. "Perdagangan gelap! la melakukannya secara besar-besaran, sampai pernah ia hampir menjadi milyuner karenanya. Tapi kemudian ada komplotannya yang membocorkan rahasia. Walau ia berusaha menyuap ke kanan dan ke kiri agar ada yang mau memikul tanggung jawab, tapi akhirnya ia dijatuhi hukuman penjara juga. — Nah, itulah beberapa di antara sekian banyak kegiatannya. Kabarnya ia sekarang sedang kekurangan uang. Temannya juga tinggal sedikit. Tapi ia bertekad, ingin melancarkan sesuatu secara besar-besaran."
"Dan menurut dugaanmu, itu mungkin akan dilakukannya di sini?" tanya Philip. "Lalu dengan cara bagaimana kau bisa menggagalkannya?"
"Itu bukan tugasku! Aku cukup menyampaikan laporan mengenai kegiatannya, ke kantor pusat Polisi Internasional," kata Bill.
"Tapi tadi malam, tidak banyak informasi yang kauperoleh?" kata Bu Cunningham. "Yah — mungkin di tempat berikut kau akan lebih berhasil. Apa nama persinggahan kita setelah ini?"
"Ullabaid," kata Bill. "Orang yang kujumpai tadi malam mengatakan, Uma memiliki sebuah perahu motor kecil, yang sering dipakainya untuk mondar-mandir di sungai ini. Jadi kurasa jelas, tempat-tempat yang didatangi selama ia pergi, mestinya terletak di tepi sungai ini — atau tidak jauh ke darat. — Nah, kita berangkat saja sekarang. Coba kaulihat sebentar, Jack, apakah Tala sudah siap. Katakan padanya agar jangan buru-buru. Tenang-tenang sajalah, karena cuaca sedang indah sekali!"
abdurrahmankhairurrijalmembuat kutipantahun lalu
He — berapa jauhnya tempat itu dari sini? Jauh — berapa?"
Anak laki-laki yang ditanya tidak bisa berbahasa Inggris. Tapi rupanya ia bisa menebak maksud Philip, karena ia memberi isyarat agar mereka ikut dengan dia.
Keempat anak itu mengikutinya, berjalan di antara pohon-pohon, lalu melintasi tanah yang dijadikan kebun. Mereka dibuntuti segerombolan anak yang ribut.
Ada seorang anak kecil yang berjalan dengan sembunyi-sembunyi di belakang gerombolan itu. Anak itu — Oola! la tadi menunggu sampai Tala tertidur, lalu cepat-cepat turun dari perahu. Di desa ia bertanya-tanya ke mana teman-temannya orang Inggris pergi. Dan kini ia membuntuti mereka, tapi sambil menjaga jangan sampai kelihatan, la tidak berani menggabungkan diri.
Gerombolan anak-anak yang mengikuti mulai mendesak-desak keempat anak itu. Jack menoleh dengan kesal.
"Mundur!" katanya. "Jangan mendesak-desak! — Dengar tidak kataku? Mundur!"
Gerombolan yang mengikuti mundur sedikit Tapi hanya sebentar saja. Saat berikutnya mereka sudah mulai mendesak-desak lagi. Kini Kiki campur tangan. Atau campur kaki? Entahlah — yang penting, tiba-tiba burung iseng itu berteriak.
"Mundur!" serunya. "Mundur, mundur, undur-undur, mundurl" Setelah itu ia menirukan bunyi pesawat terbang yang mengalami kerusakan mesin dan hampir jatuh. Gerombolan anak-anak setempat kaget sekali mendengar bunyi itu, lalu cepat-cepat menjauh. Dan mereka tetap menjaga jarak itu.
Philip tertawa.
"Hebat, Kiki!" katanya. "Aku tidak tahu bagaimana kita, jika kau tidak ada!"
Akhirnya mereka sampai di kuil yang dituju. Anak-anak agak kecewa ketika melihatnya — karena ternyata lebih rusak daripada yang nampak dalam kartu pos bergambar.

Kesan

b8546225542membagikan kesan9 bulan yang lalu
👍Layak dibaca

  • tidak tersedia
  • b8546225542membagikan kesan9 bulan yang lalu
    👍Layak dibaca

  • tidak tersedia
  • b8546225542membagikan kesan9 bulan yang lalu
    👍Layak dibaca

  • tidak tersedia
    Enid Blyton
    Lima Sekawan – Rahasia pulau kirin
  • fb2epub
    Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)