Habiburrahman El Shirazy

    Misbah Jannahmembuat kutipan2 tahun yang lalu
    selamat ya. Barakallahu laka wa baaraka ’alaika wa jama’a bainakuma fi khair. Semoga rumah tangga kalian sakinah, mawaddah wa rahmah. Sakinah maknanya pasangan suami isteri itu menjadi tempat yang nyaman untuk berbagi perasaan, berbagi suka dan duka. Mawaddah artinya benar-benar saling mencintai. Dan rahmah artinya saling mengasihi, saling merahmati, saling menyayangi. Rahmah di sini menurut ulama berarti pasangan suami isteri tidak ada tindakan saling menyakiti sedikitpun. Suami tidak menyakiti isteri. Baik ragawi maupun rohani. Dan sebaliknya. Jagalah isterimu. Perlakukan dengan sebaik-baiknya. Jangan kau sakiti sedikitpun. Bertakwalah kepada Allah. Selamat menempuh hidup baru.
    b0962279134membuat kutipantahun lalu
    Ibu

    Durhakalah aku

    Jika dalam diriku,

    Tak kau temui inginmu

    Ibu

    Durhakalah aku Jika dalam diriku,

    Tak kau temui legamu
    b0962279134membuat kutipantahun lalu
    Wiwiting tresno jalaran soko kulino!
    b0438120876membuat kutipan5 bulan yang lalu
    Jika rasa rindu tak ada apakah bukan mengindikasikan bahwa rasa cinta benar -benar tidak ada.
    Misbah Jannahmembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Sekali saja kamu belajar untuk berputus asa maka akan menjadi kebiasaan
    Misbah Jannahmembuat kutipantahun lalu
    Itu namanya kabura maqtan ’indallah”
    Rizal Arif Maulanamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Tuhan yang menciptakan alam semesta ini, yang tak terbatas kekuasaan-Nya itu memang tak mungkin berjumlah lebih dari satu. Sebab seandainya Tuhan lebih dari satu, lalu mereka sepakat menciptakan matahari, misalnya. Maka ada dua kemungkinan di sana. Pertama, Tuhan yang satu menciptakan, sementara Tuhan yang lain berpangku tangan. Tidak berbuat apa-apa. Dengan begitu, bisa berarti bahwa Tuhan yang tidak berbuat apa apa itu tidaklah Tuhan yang berkuasa. Sia-sia saja ia jadi Tuhan. Sebab, pada saat matahari diciptakan ia tidak berperan menciptakannya. Ia menganggur. Sama seperti makhluk yang menganggur. Jadi ia bukan Tuhan dan tidak bisa disebutTuhan.
    Rizal Arif Maulanamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Atau kemungkinan kedua, Tuhan-tuhan itu bekerja sama menciptakan matahari. Matahari diciptakan dengan keroyokan.
    Rizal Arif Maulanamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Jika demikian, jelas jelas mereka bukanlah Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab mereka lemah. Bagaimana tidak. Untuk menciptakan matahari saja mereka harus bekerja sama. Tidak bisa menciptakan sendiri. Kekuasaan-Nya tidak mutlak. Yang terbatas kekuasaanya berarti lemah dan tidak layak disebut sebagai Tuhan.
    Rizal Arif Maulanamembuat kutipan2 tahun yang lalu
    Jika Tuhan itu lebih dari satu, bisa saja terjadi pembagian tugas. Ada yang bertugas mencipta matahari, ada yang bertugas mencipta bumi, ada yang bertugas mencipta langit dan seterusnya. Jika demikian, mereka bukan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab pembagian tugas itu menunjukkan kelemahan, menunjukkan ketidak-mahakuasa-an. Tuhan yang sesungguhnya adalah Tuhan Yang menciptakan dan menguasai seru sekalian alam. Tuhan yang menciptakan alam semesta ini dengan kekuasaan-Nya yang sempurna. Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dan yang memiliki sifat maha sempurna seperti itu hanya ada satu, yaitu Allah Swt. Dialah Tuhan yang sesungguhnya. Sebab tidak ada yang memproklamirkan diri sebagai pencipta alam semesta ini kecuali hanya Allah Swt.
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)