Dalam bukunya, Spiritual Quotient, Danah Zohar dan Ian Marshal mengemukakan penelitian yang dilakukan oleh Prof. V.S. Rama chandran, Direktur Center for Brain and Cognition di Universitas California, San Diego. Ramachandran meneliti kaitan antara peningkatan aktivitas lobus temporal (bagian otak yang berada tepat di bawah pelipis) dan pengalaman spiritual seseorang. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika orang normal diberi nasihat religius atau spiritual yang menyentuh, aktivitas lobus temporal mereka akan meningkat. Para peneliti itu kemudian menyimpulkan bahwa mungkin memang ada mesin saraf di dalam lobus temporal yang memang dirancang untuk berhubungan dengan agama. Mereka bahkan menyimpulkan bahwa fenomena keyakinan agama mungkin sudah terpatri (hardwired) di dalam otak manusia.
Bahkan Dr. Michael Persinger, seorang neuropsikolog asal Kanada, membuktikan bahwa lobus temporal dapat dirangsang secara buatan dengan medan magnet. Rangsangan ini akan menghasilkan beberapa pengalaman spiritual. Persinger menghubungkan kepalanya dengan stimulator magnet transcranial, suatu peranti yang mengeluarkan medan magnetik yang kuat dan berubah-ubah dengan cepat di area kecil jaringan otak. Dalam percobaan ini, Persinger merangsang jaringan di lobus temporalnya dan ia pun merasa mengalami kehadiran Tuhan untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, Persinger dan Ramachan
The 7 Law of Happiness, Arvan Pradiansyah
Arvan Pradiansyah
The 7 Law of Happiness
  • 89
  • 41
  • 1
  • 2
Gabung atau masuk untuk berkomentar
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)