Kira-kira setelah melewati perempatan Jalan BKR kalau tidak salah itu di sekitar daerah SMK Bina Warga, Dilan bertanya apa cita-citaku. Kujawab saja seenaknya bahwa aku ingin jadi pilot meskipun tentu saja aslinya enggak.
“Kalau kamu?” kutanya balik.
Aku juga ingin tahu apa cita-citanya.
“Aku?”
“Iya ...,” kataku.
“Aku ingin menikah denganmu!” katanya.
Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991, Pidi Baiq
Gabung atau masuk untuk berkomentar
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)