seringnya aku tak mengerti. Sedikit mengenai dirinya: namanya Angsana, bukan pohon dengan bunga berwarna kuning beraroma jeruk yang kulitnya bisa jadi obat dan kayunya bisa jadi perkakas rumah itu. Dia hanya seorang wanita yang kutemui sejak di bangku kuliah. Kini menjadi teman kantorku. Bekerja dalam satu biro konsultan yang bergerak di bidang arsitektur dan desain interior. Sudah selama itu pula kami salin
Jatuh Cinta Diam-Diam 2, Dwitasari
Gabung atau masuk untuk berkomentar
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)