“Ini Madre.” Pak Hadi berkata.
Sejenak aku berharap adonan yang dipanggil Madre itu akan berubah jadi bidadari cantik atau minimal menyapa “selamat pagi”. Namun, ia tetap diam membeku sebagaimana harusnya benda mati. Ludahku tertelan macam sebutir peria. Telah kuseberangi pulau, demi seseorang yang tak kukenal, yang mewariskan kepadaku... adonan? Harus kutarik semua otot humorku agar bisa mengapresiasi kelucuan ini. Dan, rasanya tetap tak lucu
Madre, Dee Lestari
Dee Lestari
Madre
  • 2.1K
  • 59
  • 81
  • 97
Gabung atau masuk untuk berkomentar
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)