“AWAS kalau tak datang ...,” desah gadis itu, hampir kepada dirinya sendiri.
Setelah bertahun-tahun, tempat itu hampir tak berubah. Panas, pesing, amis, semrawut, morat-marit, tak terawat, tak beda dari sebelumnya. Warung bakso itu masih di sisi timur. Dan, masih saja ramai. Sungguh aneh. Biasanya orang berjualan mengikuti keramaian. Orang jual satai memilih jalan yang ramai. Orang jual
Kambing dan Hujan, Mahfud Ikhwan
Mahfud Ikhwan
Kambing dan Hujan
  • 560
  • 64
  • 14
  • 20
Gabung atau masuk untuk berkomentar
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)