terakhir,
Ketika kami tak terpisahkan lagi
Di tanah kelahiran tercintanya.
Tapi apalah arti cinta menghancurkan,
Dibanding cinta di awal kehidupan—
Cinta yang ditanamkan dari atas—
Kasih sayang seorang putra!
Bayi yang baru meninggalkan rahim,
Menatap mata sang bunda
Cahaya penuntun menembus kekelaman
Yang ada di sekelilingnya.
Dari dada ibunya dia mengisap
Mata air kehidupan:
Kesetiaan bunda menjamin istirahatnya,
Melindunginya dari perjuangan awal!
Bunda memuja ketakutan konyolnya,
Dan menghibur ketika dia menangis,
Mencium air mata di pipinya
Dengan cinta yang tak kunjung padam!
O Bunda tersayang,
Max Havelaar, Multatuli
Multatuli
Max Havelaar
  • 1.2K
  • 57
  • 6
  • 49
Gabung atau masuk untuk berkomentar
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)