al! Gak bisa diajak kerja sama!” kata Dilan mengeluh.

“Hahaha.”

Kali itu aku betul-betul ketawa, karena memang ingin ketawa ketika kulihat mukanya.

“Terima kasih kerja samanya,” ka
Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991, Pidi Baiq
Gabung atau masuk untuk berkomentar
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)