Gus Dur: Melawan Melalui Lelucon, Syu'bah Asa dan Ulil Abshar-Abdalla
Buku
Syu'bah Asa dan Ulil Abshar-Abdalla

Gus Dur: Melawan Melalui Lelucon

Baca
387 halaman cetak
Buku tentang Abdurrahman Wahid atau buku yang berisi tulisan buah pikir Abdurrahman Wahid sudah banyak diterbitkan. Begitu Kiai Ciganjur -yang akrab disapa Gus Dur – ini memegang tampuk pimpinan nasional sebagai presiden Republik Indonesia keempat, para penerbit seperti berlomba menerbitkan buku yang ada kaitannya dengan Gus Dur. Tentu saja hal ini menggembirakan, karena masyarakat disuguhi banyak hal tentang profil, pemikiran, dan tingkah laku presiden kita ini.

Buku ini salah satu di antaranya. Yang membedakannya dari buku-buku yang lain adalah buku ini sepenuhnya merupakan buah pikiran Gus Dur yang ditulisnya sebagai kolom di majalah TEMPO. Kami tak menyertakan tulisan Gus Dur di media lain. Ada lebih dari seratus kolom yang ditulis mantan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama ini. Tulisan itu beragam, mulai masalah keagamaan, profil para kiai, sosial-ekonomi, politik, luar negeri, bahkan juga sampai olahraga. Tulisan itu begitu segar, ringan, mengalir, mencerminkan wawasannya yang luas. Masalah yang berat ditulisnya dengan gaya yang ringan.
Kesan
Tambahkan ke rak
Baca

Satu harga. Bertumpuk-tumpuk buku

Jangan cuma membeli satu buku, beli perpustakaan beserta isinya… dengan harga yang sama.

Selalu ada yang dibaca, setiap saat

Teman, editor, dan pakar dapat membantu Anda menemukan buku baru dan menarik.

Baca kapan saja, di mana saja

Ponsel selalu ada bersama Anda, begitu juga buku Anda – meskipun Anda sedang offline.

Bookmate – aplikasi yang membuat Anda ingin membaca

Kesan

👍
👎
💧
🐼
💤
💩
💀
🙈
🔮
💡
🎯
💞
🌴
🚀
😄

Bagaimana pendapat Anda tentang buku ini?

Masuk atau Daftar
Munawir Sjadzali kepada saya waktu beliau masih menteri agama, orang itu “tidak punya obsesi gelar”. ltu benar. Gelar K.H. pun bukan dia sendiri yang pasang. Padahal, setahu saya Gus Dur tidak pernah mengajar ngaji kitab. Kan “Gus” itu panggilan putra kiai .
Gus Dur tidak pernah menyinggung-nyinggung soal teori “hermeneutika” dalam ulasannya mengenai soal “pribumisasi” Islam
La dina ilia bijama‘atin, wa la jama‘ata ilia bi imaratin, wala imarata ilia bi amirin (bi imamin, bi khalifatin, dan seterusnya). Demikianlah kredo yang memberikan legitimasi kepada kepemimpinan seperti ini: tak ada agama tanpa masyarakat, tak ada masyarakat tanpa pimpinan, tak ada pimpinan tanpa pemimpin (amir, imam, khalifah, dan sebagainya).

Sbg acuan

Buku untuk perpus, Simon Kemper
Simon Kemper
Buku untuk perpus
  • 51
  • 2
Rak Rak An, b1886547516
b1886547516
Rak Rak An
  • 28
  • 2
Titipan
, b9201087886
b9201087886
Titipan
  • 17
  • 1
Bears, thebookishome
thebookishome
Bears
  • 41
  • 1
fb2epub
Seret dan letakkan file Anda (maksimal 5 sekaligus)